Realitarakyat.com – Untuk menjaga kinerja ekspor Indonesia di semester kedua 2025, Kementerian Perdagangan (Kemendag) sudah menyiapkan jurus menghadapi tarif resiprokal Amerika Serikat (AS).
“Kita akan mengintensifkan perundingan dan diplomasi dengan AS yang saat ini masih berjalan. Kemudian, menata kebijakan perdagangan, pengamanan pasar dalam negeri, menjaga keberlanjutan industri nasional dan optimalisasi kelembagaan,” kata Menteri Perdagangan Budi Santoso di Jakarta, Senin (4/8/2025).
Optimalisasi kelembagaan berupa mekanisme trade remedies dilakukan melalui Bea Masuk Anti-Dumping (BMAD). Serta Bea Masuk Tindakan Pengamanan (BMTP) atau safeguard.
Jurus lainnya dalam menghadapi tarif resprokal AS, tambah Mendag, dengan memberdayakan UMKM melalui program “UMKM Bisa Ekspor”. Termasuk perluasan pasar ekspor dengan mempercepat perundingan perjanjian kerja sama ekonomi dan perdagangan.
“Diplomasi perdagangan regional dan multilateral perlu ditingkatkan untuk meningkatkan ekspor. Kita juga akan menekankan pentingnya ‘rule-based’ trade,” ucap Mendag Budi.
Untuk UMKM, Kemendag akan meningkatkan produk UMKM agar terstandardisasi dan tersertifikasi. Sertifikasi khususnya untuk produk-produk tertentu dengan tujuan ekspor negara-negara tertentu.
Program “UMKM Bisa Ekspor”, menurut Mendag, sampai Juli 2025 sudah sudah membukukan transaksi sebesar Rp90,04 juta. “Program ini sangat bagus untuk mendorong UMKM naik kelas, bisa mengekspor produknya ke negara lain,” kata Mendag Budi menutup keterangannya. ***







