Realitarakyat.com – Di akhir penutupan pasar uang Rabu (13/8/2025), nilai tukar rupiah menguat signifikan yaitu 87 poin atau 0,54 terhadap dolar AS atau di posisi Rp16.202 per dolar AS.
Menurut analis pasar uang, Lukman Leong, kondisi tersebut akibat mata uang Dolar AS masih melemah sedangkan mata uang regional cenderung menguat.
“Berlanjutnya pelemahan dolar seiring meningkatnya ekspektasi terhadap prospek pemangkasan suku bunga The Fed,” ujarnya.
Selain rupiah, mata uang regional yang menguat antara lain dolar Singapura (naik 0,23 persen) dan ringgit Malaysia (naik 0,37 persen). Sedangkan bath Thailand menguat 0,31 persen dan peso Filipina naik 0,57 persen.
Lukman mengatakan ekspektasi terhadap pemotongan suku bunga The Fed makin menguat setelah rilis tingkat inflasi AS. Pada Juli 2025, inflasi menunjukkan moderasi yaitu 2,7 persen secara tahunan, lebih rendah dari perkiraan 2,8 persen.
Sementara itu, masuknya aliran modal asing di tengah situasi yang masih penuh risiko juga mendukung penguatan rupiah. Menurut Phillip Sekuritas Indonesia, modal asing yang masuk bursa mencapai Rp1,52 triliun. ***







