News  

BGN Minta SPPG Perkuat Komunikasi Publik Tanggapi Isu Keamanan Program MBG

BGN Minta SPPG Perkuat Komunikasi Publik Tanggapi Isu Keamanan Program MBG
Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati. (BGN)

Realitarakyat.com – Badan Gizi Nasional (BGN) meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terus memperkuat komunikasi publik untuk menanggapi isu keamanan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Seiring meningkatnya perhatian publik terhadap isu pangan dan gizi, peran SPPG tidak lagi sebatas teknis. SPPG bukan hanya dapur pelayanan gizi, tetapi juga wajah BGN serta ujung tombak program MBG di mata masyarakat,” ujar Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, Hari Minggu (21/9/2025).

Menurut Hida – sapaan akrabnya, apa yang dilakukan SPPG di lapangan, baik besar maupun kecil, akan ikut memengaruhi bagaimana publik memandang program dan lembaga ini. Ia pun menekankan pentingnya peran komunikasi publik dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Program MBG.

Khairul menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan amanat besar kepada BGN untuk menjalankan program prioritas nasional melalui MBG. Sehingga, lanjutnya, SPPG berperan vital untuk mewujudkan MBG yang dapat meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia, termasuk juga tentang persepsi di ruang publik.

Menurut dia, setiap peristiwa yang menyangkut pangan dan gizi akan cepat menyebar dan memengaruhi persepsi publi. Termasuk, beberapa insiden keamanan pangan yang belakangan mencuat.

“Kondisi tersebut menuntut kita untuk tidak hanya sigap dalam pelayanan, tetapi juga mampu menjelaskan dengan baik kepada publik. Masyarakat berhak memperoleh informasi yang jernih, akurat, dan meyakinkan,” ujar Hida.

Sehingga, kata dia, komunikasi publik tidak bisa lagi dianggap tambahan. Namun, bagian yang menyatu dengan pelayanan.

Hida menegaskan bahwa komunikasi publik kini harus menjadi bagian integral dari pelayanan gizi. Kepala SPPG selain harus fokus pada operasional, juga dituntut mampu menjadi representasi BGN di daerah.

“Kita tentu menyadari bahwa komunikasi publik bukan perkara mudah, ada keterbatasan sumber daya, derasnya arus informasi di media sosial. Hingga ekspektasi masyarakat yang semakin tinggi, namun, saya percaya tantangan ini bisa kita hadapi bersama,” katanya.

Hida juga menekankan pentingnya memanfaatkan teknologi digital, memperkuat kapasitas sumber daya manusia, dan membangun jejaring komunikasi yang solid. Sehingga, seluruh SPPG bisa menjadikan tantangan-tantangan tersebut sebagai peluang.

Program MBG, lanjutnya, bisa berhasil melalui kolaborasi dari seluruh pihak. Termasuk, keterlibatan masyarakat secara luas.

“Pelayanan yang baik harus berjalan beriringan dengan komunikasi yang baik. Inilah prinsip sederhana yang perlu kita pegang bersama,” ucap Hida.

“Karena pada akhirnya, kualitas layanan gizi tidak hanya diukur dari seberapa baik kita bekerja. Tetapi juga dari seberapa besar masyarakat merasa dilibatkan, dihargai, dan mendapatkan kepastian dari kita,” ujarnya menegaskan. ***