Realitarakyat.com – Mata uang rupiah terus melemah terhadap dolar AS hingga penutupan perdagangan Hari Kamis (4/9/2025).
Data Bloomberg mengungkapkan penurunan rupiah tersebut sebesar 0,05 persen atau 9 poin ke tingkat Rp16.424 per dolar AS.
Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan rupiah dipengaruhi komentar lembaga pemeringkat Fitch Ratings Inc. Lembaga itu menyoroti situasi Indonesia menyusul aksi-aksi penyampaian aspirasi yang berujung ricuh.
“Fitch mengatakan, kondisi itu bisa melemahkan pertumbuhan ekonomi sehingga menurunkan peringkat kredit Indonesia. Selain itu, sektor keuangan juga akan terbebani,” kata Ibrahim, Kamis (4/9/2025).
Fitch juga menyatakan, kondisi sosial dan politik yang tidak stabil berpotensi melebarkan defisit anggaran, karena sisi penerimaan negara menjadi terbatas.
Pernyataan Fitch sejalan dengan analisis S&P Global Ratings yang menyebut tekanan ekonomi akan mempersulit pemerintah. Terutama untuk menyeimbangkan prioritas belanja, sekaligus menjaga defisit fiskal di bawah batas tiga persen sesuai ketentuan undang-undang.
Pada Maret 2025, peringkat kredit Indonesia berdasarkan rating Fitch di tingkat BBB dengan prospek stabil. Fitch juga memperkirakan defisit neraca berjalan sekitar 1,3 persen dari PDB tahun ini, dan 1,7 persen tahun 2026. ***







