Daerah  

KKB-OPM Bakar Gedung SMP Kiwirok Tak Ada Korban Jiwa

KKB-OPM Bakar Gedung SMP Kiwirok Tak Ada Korban Jiwa
Bangunan SMP Negeri Kiwirok yang dibakar KKB-OPM. (Tribratanews)

Realitarakyat.com – Kelompok Kriminal Bersenjata-Organisasi Papua Merdeka (KKB-OPM) untuk kesekian kali membakar gedung sekolah di Desa Sopamikma, Distrik Kiwirook, Kabupaten Pegunungan Bintang, pada Hari Senin (13/9/2025) pagi.

Kepala Operasi (Kaops) Satgas Damai Cartenz Brigjen Pol Faizal Rahmadani mengatakan aksi itu dilakukan oleh KKB Kodap XV Ngalum Kupel.

Namun tidak ada korban jiwa karena bangunan yang dibakar sudah tidak digunakan lagi oleh anak-anak Kiwirok.

“Bangunan yang dibakar adalah gedung SMP Kiwirok,” kata Faizal dalam keterangannya, di Jayapura, Senin (13/10/2025).

Ia menjelaskan, aksi serupa juga pernah dilakukan KKB pada Selasa (7/10/2025) lalu terhadap bangunan lama SMP Kiwirok. Namun, sekolah tersebut sudah tak lagi difungsikan sebagai tempat belajar.

“Bangunan SMP Negeri Kiwirok sudah tidak digunakan sejak 2021. Para pelajar kini menempuh pendidikan di SMP Oksibil, ibu kota Kabupaten Pegunungan Bintang,” katanya.

Saat aparat menuju lokasi kejadian, sempat terjadi kontak tembak dengan kelompok bersenjata tersebut. “Anggota KKB kemudian kabur ke arah Kampung Kotobib,” ujar Faizal.

Setelah situasi dinyatakan aman, tim gabungan TNI-Polri menyambangi para pengungsi yang berada di Balai Desa Polobakon. Guna memastikan kondisi mereka.

“TNI-Polri akan terus melakukan langkah preventif dan penegakan hukum terhadap kelompok yang mengancam keamanan masyarakat. Kami juga memperketat jalur keluar masuk distrik untuk mencegah aksi lanjutan,” kata Brigjen Pol Faizal Rahmadani.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menambahkan bahwa aparat keamanan tetap siaga di wilayah Kiwirok dan sekitarnya.

“Kami memastikan situasi di lokasi sudah terkendali. TNI-Polri akan terus melakukan langkah-langkah preventif dan penegakan hukum terhadap kelompok yang mengancam keamanan masyarakat,” ujarnya.

Satgas Operasi Damai Cartenz bersama TNI kini terus memantau pergerakan kelompok bersenjata di wilayah perbatasan Kiwirok dan memperketat jalur keluar masuk distrik untuk mencegah aksi lanjutan. ***