Menaker Yassierli: Transisi Hijau Momentum Transformasi Ketenagakerjaan Nasional

Menaker Yassierli: Transisi Hijau Momentum Transformasi Ketenagakerjaan Nasional
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli. //Net

Realitarakyat.com – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa transisi menuju ekonomi hijau merupakan momentum penting untuk melakukan transformasi ketenagakerjaan nasional.

Menurut Yassierli, perubahan menuju ekonomi hijau tidak hanya menyangkut isu lingkungan, tetapi juga membuka peluang besar dalam menciptakan pekerjaan layak, memperkuat kompetensi tenaga kerja, serta membangun ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Transisi hijau hanya akan berhasil jika tenaga kerja kita siap beradaptasi dengan perubahan. Kami pastikan setiap pekerja memiliki kesempatan untuk meningkatkan keterampilannya dan berpartisipasi aktif dalam sektor ekonomi hijau,” ujar Menaker Yassierli dalam keterangannya, Minggu (12/10).

Yassierli menekankan bahwa kesiapan sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor penentu keberhasilan transisi menuju ekonomi hijau.

Kementerian Ketenagakerjaan, kata dia, terus mempercepat program upskilling dan reskilling tenaga kerja, terutama pada pengembangan keterampilan hijau (green skills) yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan.

“Kami ingin memastikan tenaga kerja Indonesia memiliki kompetensi baru yang sesuai dengan arah pembangunan ekonomi hijau,” jelasnya.

Dalam rangka memperkuat ekosistem pelatihan hijau, Kemnaker memperluas kolaborasi dengan dunia usaha, perguruan tinggi, serta organisasi internasional.

Melalui kerja sama ini, pelatihan hijau diharapkan dapat menjangkau lebih banyak daerah sekaligus mempercepat transformasi Balai Latihan Kerja (BLK) menjadi pusat pelatihan yang adaptif terhadap kebutuhan industri masa depan.

“Transformasi BLK merupakan langkah strategis untuk menyiapkan tenaga kerja menghadapi perubahan struktur ekonomi. Melalui pelatihan hijau, kami ingin menciptakan SDM yang tangguh, kompeten, dan berdaya saing dalam pembangunan berkelanjutan,” tutur Yassierli.

Menaker juga menekankan bahwa transisi menuju ekonomi hijau harus berpusat pada manusia (people-centered transition).

Artinya, setiap pekerja harus mendapat perlindungan, kesempatan yang adil, dan tidak boleh ada yang tertinggal dalam proses perubahan ini.

“Transisi hijau bukan semata agenda lingkungan, melainkan bagian dari strategi nasional untuk menciptakan pekerjaan berkualitas, memperkuat ketahanan ekonomi, dan mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih berkelanjutan,” tegas Yassierli.[prs]