Mensesneg Bantah Isu Kapolri Ajukan Nama Anggota Komite Reformasi Polri

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. //net

Realitarakyat.com – Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi membantah adanya isu yang menyebut Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo mengajukan nama-nama calon anggota Komite Reformasi Polri kepada Presiden Prabowo Subianto.

Prasetyo, yang juga menjabat sebagai Juru Bicara Presiden, menegaskan bahwa Kapolri tidak pernah mengusulkan nama, apalagi mendapat penolakan dari Presiden terkait susunan komite tersebut.

“Info dari mana? Pak Kapolri tidak pernah mengajukan nama dan tidak pernah kemudian ada penolakan (dari Presiden),” ujar Prasetyo di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/10).

Prasetyo mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo sudah mengantongi sembilan nama anggota Komite Reformasi Polri.

Para anggota tersebut berasal dari berbagai latar belakang yang kompeten di bidang hukum dan memiliki pengalaman dalam bidang kepolisian.

Namun, Pras enggan membocorkan siapa saja yang akan bergabung dalam komite itu.

“Nanti tunggu nama-namanya,” ucapnya singkat.

Sebelumnya, Prasetyo menyebut bahwa Presiden Prabowo dijadwalkan akan mengumumkan sekaligus melantik anggota Komite Reformasi Polri pada pekan ini. Ketika ditanya kepastian jadwalnya, ia menjawab diplomatis.

“Tunggu tanggal mainnya, nanti ada hari khususnya. Insya Allah besok,” katanya sambil berkelakar.

Pembentukan Komite Reformasi Polri merupakan janji politik Presiden Prabowo untuk menindaklanjuti aspirasi publik mengenai perlunya reformasi di tubuh kepolisian.

Komite ini diharapkan menjadi wadah pengawasan dan penataan kelembagaan Polri agar lebih transparan dan profesional.

Dalam kesempatan terpisah, Menko Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menyebut bahwa pembentukan Komite Reformasi Polri akan diumumkan paling lambat pertengahan Oktober 2025.

Yusril juga mengungkapkan beberapa nama tokoh hukum yang berpotensi masuk dalam struktur komite tersebut, di antaranya Jimly Asshiddiqie dan Mahfud MD.[prs]