Realitarakyat.com — Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) menyambut baik persetujuan gencatan senjata tahap pertama di Gaza yang diusulkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersama sejumlah pemimpin negara Arab dan Islam.
Ia mendesak agar Trump memastikan Israel tidak kembali mengingkari kesepakatan tersebut.
“Kesepakatan tahap pertama ini bisa sangat positif dan diharapkan dapat menghentikan serangan dan genosida di Gaza, Palestina, serta membuka akses bantuan kemanusiaan bagi para korban,” kata HNW dalam keterangan tertulisnya, dikutip Minggu (12/10/2025).
Menurutnya, gencatan senjata ini merupakan bukti keteguhan perjuangan bangsa Palestina dalam mempertahankan tanah airnya guna mencapai cita-cita kemerdekaan.
Hidayat juga mengapresiasi keputusan kelompok pejuang Palestina, Hamas, yang bersedia menerima proposal gencatan senjata dan berkomitmen untuk membebaskan sandera dengan imbalan pembebasan ribuan warga dan tokoh Palestina lintas faksi yang ditahan Israel.
“Sikap ini menunjukkan bahwa kelompok pejuang kemerdekaan tetap konsisten memperjuangkan kemaslahatan dan keselamatan bangsa, baik di medan juang maupun di meja perundingan,” ujarnya.
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menilai Amerika Serikat sebagai sekutu terdekat Israel harus memastikan negara tersebut mematuhi isi kesepakatan yang telah diterima Hamas. Ia menegaskan, selama ini Israel kerap melanggar perjanjian yang telah ditandatangani.
“Bahkan, di hari yang sama setelah kesepakatan dicapai, Israel masih menyerang dan membunuh warga sipil di Gaza, termasuk di tenda pengungsian,” ungkapnya.
Hidayat meminta Presiden Trump memanfaatkan posisinya untuk menekan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar menghentikan serangan terhadap warga sipil Gaza sesuai kesepakatan.
“Presiden Trump harus serius dan jujur menjamin Israel benar-benar melaksanakan semua poin kesepakatan. Bila berhasil, hal itu bisa menjadi warisan positif (legacy) Presiden Trump di kawasan Timur Tengah,” ujarnya.
Namun, ia mengingatkan, bila Israel kembali mengingkari perjanjian dan Trump gagal menegakkan komitmen tersebut, maka hal itu akan mencoreng nama baik AS dan memperkuat kecaman dunia terhadap kejahatan Israel.
Selain Amerika Serikat, Hidayat juga menilai negara-negara mediator seperti Mesir, Qatar, dan Turki harus ikut memastikan pelaksanaan gencatan senjata. Menurutnya, pihak Palestina selama ini konsisten menjalankan kesepakatan yang dibuat.
Ia mencontohkan pembebasan Edan Alexander, warga AS-Israel yang sempat ditahan Hamas, serta perlakuan baik terhadap para tahanan Israel sesuai nilai-nilai kemanusiaan dan ajaran Islam — sesuatu yang berbeda dengan perlakuan Israel terhadap tahanan Palestina.
Hidayat berharap kesepakatan gencatan senjata dapat menjadi momentum membangun kembali Gaza dan memperkuat dukungan internasional bagi kemerdekaan Palestina.
“Keteguhan rakyat Palestina telah menghadirkan dukungan global yang kuat bagi eksistensi negara Palestina dan menggagalkan upaya Israel mencaplok Gaza. Gencatan senjata ini akan bermakna bila segera diikuti dengan hadirnya Palestina yang benar-benar merdeka dan berdaulat,” ujarnya. (ndi)






