Realitarakyat.com – Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali, menyatakan keyakinannya bahwa partai yang dipimpin Kaesang Pangarep itu mampu lolos ke parlemen pada Pemilu 2029 mendatang.
Pernyataan tersebut disampaikan Ali usai menutup konsolidasi sekaligus rapat Pra Rakerwil DPW PSI se-Jawa Barat di Gedung Kesenian, Kabupaten Ciamis. Menurutnya, meski PSI saat ini belum memiliki kursi di DPR, partai akan fokus menyiapkan mesin politik agar siap bertarung di semua daerah pemilihan.
“Kami tidak punya hak untuk mengubah aturan, tapi kami punya kewajiban menyiapkan partai ini agar bisa lolos sebagai peserta dan masuk parlemen,” ujar Ali saat dihubungi pada Senin (17/11/2025).
Ali menegaskan Jawa Barat akan menjadi salah satu wilayah prioritas karena memiliki potensi suara terbesar secara nasional. Ia juga menekankan pentingnya konsolidasi hingga tingkat DPRt di seluruh Indonesia sebagai strategi untuk memperkuat basis partai.
“Kalau struktur kepengurusan bisa terbentuk sampai ke akar rumput, peluang PSI untuk lolos semakin besar. Saya banyak tahu tentang partai, dan itu menjadi bekal saya untuk membawa PSI ke parlemen,” tegasnya.
Menanggapi wacana kenaikan ambang batas parlemen (parliamentary threshold) menjadi 7 persen, bahkan 8 persen, Ali menyebut PSI tidak keberatan. Menurutnya, meski aturan tersebut ditentukan oleh partai-partai besar di DPR, PSI siap menghadapi semua medan politik.
“Kami sadar sebagai partai baru tidak punya kuasa politik di parlemen. Kalau threshold diturunkan tentu lebih menguntungkan, tapi sekalipun dinaikkan, kami tetap siap bertarung,” katanya.
Ali, yang sebelumnya menjabat Wakil Ketua Umum Partai NasDem, menilai pengalaman panjangnya di dunia politik akan menjadi modal penting untuk membangun PSI. Ia menekankan bahwa strategi sederhana berupa konsolidasi, penguatan basis, dan kepengurusan yang solid akan menjadi kunci keberhasilan partai berlogo gajah tersebut.
Dengan optimisme tinggi, Ahmad Ali menegaskan PSI akan berjuang di semua daerah pemilihan pada Pileg 2029, dengan target menembus parlemen dan memperkuat posisi politiknya di kancah nasional.(Din)







