Realitarakyat.com – Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa partainya tengah melakukan penyesuaian struktur organisasi untuk merespons dinamika pemilih, terutama dominasi generasi muda dalam Pemilu mendatang.
Hasto menyebut bahwa komposisi pemilih muda yang mencapai 58 persen menuntut partai untuk membuka lebih banyak ruang partisipasi dan kepemimpinan bagi kelompok tersebut.
“Pemilu ke depan, 58 persen pemilih adalah anak muda. Maka partai harus menyesuaikan diri dan memberi ruang bagi mereka,” ujar Hasto saat membuka Konferda dan Konfercab Serentak PDIP Sulawesi Selatan di Makassar, Senin (24/11).
Sebagai tindak lanjut dari perubahan demografi itu, Hasto menyampaikan instruksi Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri agar struktur partai diperkuat melalui pembentukan Subkomisi Komunikasi Politik dan Siber. Subkomisi ini akan diisi kader-kader muda berusia di bawah 40 tahun.
“Sesuai arahan Ibu Ketua Umum, dapat ditambahkan Subkomisi Komunikasi Politik dan Siber yang seluruh anggotanya merupakan utusan konferda berusia di bawah 40 tahun,” kata Hasto.
Ia menambahkan bahwa dirinya secara rutin berdialog dengan anak-anak muda untuk menggali gagasan baru yang relevan dengan perkembangan zaman. “Hampir setiap hari saya bertemu anak muda untuk mencari ide-ide genuine, karena mereka yang paling memahami konteks zaman ini,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Hasto juga mendorong kader muda PDIP turut mengambil peran strategis dalam pembangunan ekonomi daerah. Ia mencontohkan berbagai produk lokal yang mampu bersaing dengan brand global, seperti Coto Makassar, Kopi Kenangan, hingga kopi Tana Toraja.
“Zaman sekarang, yang kecil bisa mengguncang kemapanan. Ini era dimana kalian bisa berdiri di atas kaki sendiri,” tegasnya.
Menjawab kejenuhan generasi muda terhadap praktik politik transaksional, PDIP mendorong politik etis sebagai fondasi perjuangan. Hasto mengutip kemenangan Zohran Mamdani dalam pemilihan wali kota di Amerika Serikat sebagai contoh keberhasilan politik berbasis nilai, meski dengan dana terbatas.
“Kami tidak mendewa-dewakan uang. Yang dibutuhkan adalah kekuatan moral dan keberpihakan pada rakyat,” ujar Hasto.
PDIP, lanjutnya, ingin hadir sebagai wadah politik yang menolak hegemoni kapital dan mendorong pemberantasan politik uang.
Ketua DPD PDIP Sulawesi Selatan Andi Ridwan Wittiri menegaskan bahwa soliditas internal adalah syarat utama menghadapi tantangan politik ke depan. Ia menekankan pentingnya kesinambungan antara struktur partai, legislatif, dan eksekutif.
“PDI Perjuangan adalah partai ideologis. Tidak boleh ada sekat atau ego sektoral. Kita adalah satu barisan perjuangan dengan satu tekad: bekerja untuk rakyat,” ujarnya.
Wittiri mengatakan bahwa Konferda bertujuan melahirkan kepemimpinan yang solid, strategi yang terukur, serta program kerja yang menyentuh kebutuhan masyarakat.[prs]







