Realitarakyat.com – PT Kereta Api Indonesia (KAI) memastikan kesiapannya melaksanakan instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk memperpanjang rute Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Whoosh hingga ke Banyuwangi, Jawa Timur.
Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin mengatakan, secara operasional proyek kereta cepat berjalan baik dengan tingkat okupansi yang terus meningkat sejak pertama kali diluncurkan.
“Tidak ada kendala dalam pengoperasian Whoosh. Presiden memberi sinyal untuk ekspansi hingga Surabaya bahkan ke Banyuwangi, dan kami siap melaksanakannya,” ujar Bobby dalam keterangannya, Rabu (12/11).
Sebelumnya, Presiden Prabowo menegaskan komitmennya untuk melanjutkan proyek kereta cepat hingga ke ujung timur Pulau Jawa. Ia menilai pembangunan infrastruktur transportasi modern seperti Whoosh membawa manfaat besar bagi perekonomian, lingkungan, dan kebanggaan nasional.
“Kereta cepat adalah simbol kemajuan. Tidak banyak negara yang memilikinya, dan Indonesia kini menjadi salah satunya,” kata Bobby menirukan pesan Presiden.
Menurutnya, kehadiran kereta cepat ini menempatkan Indonesia sejajar dengan negara-negara maju di Asia dan Eropa Barat. “Bahkan di Eropa Timur dan Amerika Serikat belum banyak yang memiliki kereta cepat seperti kita,” tambahnya.
Bobby menuturkan, kondisi keuangan perusahaan juga kian solid. “Secara operasional perusahaan mencatat keuntungan, sehingga kami percaya diri untuk terus mengembangkannya,” ujarnya.
Meski begitu, proyek KCIC tetap mendapat sorotan publik terkait beban utang. Presiden Prabowo sebelumnya menegaskan bahwa dirinya akan memikul penuh tanggung jawab terhadap keberlangsungan proyek ini.
Sementara itu, Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan proses restrukturisasi utang proyek KCIC masih berjalan.
Tim negosiasi gabungan dari unsur pemerintah dan Danantara akan segera berangkat ke China untuk membahas kelanjutan kerja sama dengan pihak China Development Bank (CDB) dan mitra konsorsium.
Dony menjelaskan, restrukturisasi tersebut mencakup jangka waktu pinjaman, suku bunga, dan mata uang pinjaman. Menurutnya, utang yang direstrukturisasi merupakan pinjaman konstruksi akibat keterbatasan modal awal.
Dari sisi operasional, performa KCIC menunjukkan tren positif. Jumlah penumpang kini berkisar 20–30 ribu orang per hari, dengan total lebih dari 12,2 juta penumpang sejak Whoosh beroperasi komersial pada Oktober 2023.
Sepanjang Januari–Oktober 2025, jumlah penumpang naik 6,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dari 4,8 juta menjadi 5,1 juta penumpang.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan sebelumnya menyampaikan bahwa Presiden Prabowo akan menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) untuk mempercepat penyelesaian beban utang proyek tersebut.
Sebagai catatan, total investasi proyek KCIC mencapai sekitar 7,27 miliar dolar AS atau setara Rp120,38 triliun, dengan 75 persen dibiayai oleh CDB melalui pinjaman berbunga 2 persen per tahun.
Dari jumlah itu, terdapat pembengkakan biaya (cost overrun) sebesar 1,21 miliar dolar AS dari nilai awal 6,05 miliar dolar AS.
Hingga kini, pemerintah masih mengkaji dua opsi penyelesaian utama: pelimpahan kewajiban kepada pemerintah atau penyertaan modal tambahan kepada PT KAI. Namun, pemerintah tetap mendorong agar Danantara berperan sentral dalam restrukturisasi pembayaran pinjaman tersebut.[prs]







