Realitarakyat.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa program digitalisasi pembelajaran merupakan langkah strategis untuk mempercepat transformasi pendidikan di Tanah Air. Hal ini disampaikan dalam pidatonya saat meluncurkan penggunaan interactive flat panel (IFP) atau smartboard di SMP Negeri 4 Kota Bekasi, Jawa Barat.
“Program ini adalah upaya kita untuk mempercepat transformasi pendidikan nasional,” ujar Presiden Prabowo.
Dalam arahannya, Kepala Negara menekankan pentingnya kesadaran terhadap tantangan dunia pendidikan sebagai dasar untuk menentukan langkah perbaikan. Ia juga menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran sentral dalam kebangkitan bangsa.
Prabowo menilai kemajuan suatu negara sangat bergantung pada kemampuan masyarakat menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Menurutnya, penguasaan sains dan teknologi menjadi fondasi utama bagi keberhasilan dan kemakmuran bangsa.
“Tidak ada kemakmuran tanpa penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi,” tegasnya.
Presiden menyampaikan bahwa capaian Program Digitalisasi Pembelajaran 2025 telah melampaui ekspektasi. Sejak dicanangkan pada Mei lalu, hingga November sudah terpasang 173.000 unit smartboard di sekolah-sekolah.
Prabowo mengapresiasi kerja keras Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah atas pencapaian tersebut. Ia menyebut percepatan distribusi perangkat ini sebagai salah satu yang terbesar dan tercepat di dunia.
Hingga kini, pemerintah mencatat pengiriman smartboard mencapai 215.572 unit, dengan 172.550 unit telah tiba di sekolah dan 43.022 unit masih dalam proses distribusi. Seluruh perangkat ditargetkan selesai disalurkan pada Desember 2025.(Din)







