Realitarakyat.com – Ahli gizi dr Tan Shot Yen menanggapi keras pernyataan Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, yang sebelumnya menyebut profesi ahli gizi tidak diperlukan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan bisa digantikan oleh lulusan SMA yang diberi pelatihan singkat.
Menurut dr Tan, ucapan tersebut menunjukkan ketidakpahaman terhadap peran penting ahli gizi. “Itu jelas keliru. Artinya beliau tidak memahami profesi ahli gizi,” ujarnya, Senin (11/7/2025). Ia bahkan mengibaratkan pernyataan itu sama seperti mengganti pilot dengan petugas darat yang hanya mengikuti simulasi singkat.
Pernyataan Cucun disampaikan saat menghadiri Rapat Konsolidasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Potongan video pernyataannya kemudian viral pada Minggu (16/11/2025).
Dalam forum tersebut, seorang peserta mengusulkan agar Badan Gizi Nasional (BGN) menggandeng Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) untuk memenuhi kebutuhan tenaga gizi. Peserta juga mengingatkan bahwa jika tenaga gizi direkrut tanpa latar belakang pendidikan gizi, maka kualitas makanan yang diberikan bisa tidak sesuai kebutuhan penerima manfaat.
Namun, Cucun justru menanggapi dengan menyebut tenaga ahli gizi bisa digantikan oleh lulusan SMA yang dilatih selama tiga bulan dan diberi sertifikat dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).
Klarifikasi dan Permintaan Maaf
Sehari setelah videonya viral, Cucun memberikan klarifikasi di Gedung DPR RI, Senayan. Ia menegaskan bahwa pernyataannya harus dilihat dalam konteks fungsi pengawasan DPR terhadap keluhan di lapangan terkait ketidaksesuaian tenaga gizi.
“Saya minta maaf jika pernyataan saya menimbulkan polemik. Justru saya ingin profesi ahli gizi tetap ada dan diperkuat dalam program MBG,” kata Cucun, Senin (12/11/2025).
Politikus PKB itu menambahkan, penguatan tenaga gizi merupakan bagian penting agar program MBG benar-benar berjalan efektif dan memberi manfaat bagi masyarakat.(Din)







