Bencana Hidrometeorologi di Agam Timbulkan Kerugian Rp517 Miliar

Bencana Hidrometeorologi di Agam Timbulkan Kerugian Rp517 Miliar

Realitarakyat.com – Bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Agam sejak 19 November 2025 menimbulkan kerugian besar. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam mencatat total kerugian mencapai Rp517,06 miliar, mencakup kerusakan bangunan, fasilitas umum, pertanian, perikanan, hingga infrastruktur.

Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmat Lasmono, menjelaskan kerugian terbesar berasal dari sektor perumahan dengan total Rp235,60 miliar. Sebanyak 406 rumah mengalami kerusakan ringan, 188 rusak sedang, dan 465 rusak berat yang tersebar di 13 kecamatan.

Selain itu, kerusakan jalan dan jembatan ditaksir mencapai Rp221,70 miliar. Sektor pendidikan juga terdampak, dengan 102 unit sekolah rusak mulai dari TK/Paud hingga madrasah, menimbulkan kerugian Rp10,50 miliar.

Di bidang pertanian, lahan seluas 1.029 hektare rusak, 2.231 ekor ternak terdampak, serta irigasi yang rusak dengan total kerugian Rp40,02 miliar. Sementara sektor perikanan mencatat kerugian Rp9,22 miliar akibat kematian bibit dan induk ikan.

“Data ini merupakan hasil laporan dari organisasi perangkat daerah dan masih berupa perkiraan,” ujar Rahmat di Lubuk Basung, Selasa (2/12).

Bencana banjir bandang, longsor, dan angin kencang yang terjadi akibat curah hujan tinggi juga menelan korban jiwa. Hingga kini tercatat 139 orang meninggal dunia, 86 orang masih hilang, dan 41 orang dirawat.

Pemerintah daerah terus berupaya melakukan pemulihan, meski akses jalan ke sejumlah wilayah masih terputus. BPBD menekankan perlunya kerja sama lintas sektor untuk mempercepat penanganan agar masyarakat terdampak segera mendapatkan bantuan.(Din)