Pertamina Genjot Pemulihan Energi Pascabencana di Sumatera

Pertamina Genjot Pemulihan Energi Pascabencana di Sumatera

Realitarakyat.com – PT Pertamina Patra Niaga memastikan pemulihan distribusi energi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menjadi prioritas utama setelah wilayah tersebut dilanda banjir dan longsor.

Perusahaan menegaskan bahwa suplai BBM dan LPG terus diupayakan meski sebagian daerah masih terisolasi.

Direktur Pemasaran Regional Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, mengatakan pihaknya menghadapi tantangan berat di lapangan, namun langkah percepatan tetap dilakukan agar energi tetap tersalurkan ke masyarakat.

“Sejak bencana melanda, kami terus menyalurkan BBM dan LPG. Beberapa wilayah masih sulit dijangkau, tetapi kami bersinergi dengan berbagai pihak untuk membuka akses distribusi,” ujarnya, Selasa (9/12).

Salah satu perkembangan krusial adalah kembali terbukanya suplai BBM menuju Gayo Lues, Aceh, setelah akses jalan yang rusak berhasil dilalui.

Eko menyebut capaian ini menjadi pintu masuk bagi percepatan distribusi ke wilayah lain yang masih terkendala, seperti Bener Meriah dan Aceh Tengah.

Pertamina juga tengah memulihkan sejumlah SPBU yang terdampak banjir dan longsor. Proses yang berlangsung meliputi inspeksi teknis, perbaikan fasilitas, dan penataan ulang operasional.

“Kami menargetkan dalam satu hingga dua minggu seluruh SPBU bisa beroperasi penuh. Pemulihan dilakukan menyeluruh agar kualitas layanan dan aspek keselamatan tetap terjaga,” kata Eko.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, telah meninjau langsung sejumlah titik pemulihan layanan energi di Aceh, termasuk Fuel Terminal (FT) Krueng Raya dan Posko Terpadu Bencana di Lanud Sultan Iskandar Muda.

Dalam laporannya kepada Presiden Prabowo Subianto, Simon menegaskan bahwa Pertamina bergerak cepat memulihkan distribusi energi di tiga provinsi terdampak.

Ia mengatakan koordinasi terus dilakukan dengan Kementerian ESDM agar pasokan BBM dan LPG berjalan lancar.

“SPBU sudah banyak yang diperbaiki dan kami maksimalkan beroperasi 24 jam untuk mengurai antrean,” ujar Simon.[prs]