32 Orang Dilaporkan Tewas Akibat Kecelakaan Kereta di Thailand

32 Orang Dilaporkan Tewas Akibat Kecelakaan Kereta di Thailand
Kecelakaan kereta di Thailand. //net

Realitarakyat.com – Sedikitnya 32 orang tewas dan 66 lainnya terluka setelah sebuah kereta api rute Bangkok–Ubon Ratchathani tergelincir di distrik Sikhio, provinsi Nakhon Ratchasima, Thailand timur laut, Rabu (14/1).

Kecelakaan terjadi setelah sebuah derek konstruksi proyek kereta api cepat jatuh menimpa dua gerbong kereta tersebut.

Menteri Transportasi Thailand, Phiphat Ratchakitprakarn, menyatakan bahwa ada 195 penumpang di dalam kereta saat insiden terjadi.

Derek yang roboh sedang mengerjakan proyek jalur cepat dan menimpa kereta yang melintas, menyebabkan beberapa gerbong tergelincir dan terbakar.

Perdana Menteri Anutin Charnvirakul meminta Perusahaan Kereta Api Negara Thailand memberikan kompensasi yang layak kepada keluarga korban dan menegaskan perlunya penyelidikan serta tindakan hukum.

Perusahaan Italian-Thai Development Public Company Limited (ITD.BK), kontraktor proyek rel kereta api, menyatakan menyesalkan kecelakaan tersebut dan berkomitmen memberikan kompensasi serta bantuan kepada keluarga korban.

ITD sebelumnya terlibat dalam kasus runtuhnya gedung 30 lantai di Bangkok pada Maret 2025, yang menewaskan 89 orang.

Rekaman yang diverifikasi Reuters menunjukkan beberapa gerbong terbalik di semak-semak dengan petugas pemadam kebakaran memadamkan api.

Petugas penyelamat mengevakuasi korban, termasuk penumpang yang terluka parah, ke ambulans.

Proyek kereta api cepat layang yang terlibat merupakan bagian dari jalur Bangkok–Nakhon Ratchasima, salah satu segmen proyek transnasional yang menghubungkan Bangkok dengan Kunming, China.

Sebagian derek yang roboh masih ditopang oleh tiang-tiang beton di atas jalur rel yang ada.

Operasi pemulihan berlanjut hingga Rabu malam, dan pemerintah menargetkan jalur dapat dibersihkan pada akhir pekan. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menyatakan Beijing memantau keselamatan proyek dan personel di Thailand serta sedang menunggu hasil penyelidikan penyebab kecelakaan. (*)