Realitarakyat.com – Kondisi antrean panjang di SPBU Sawah Panjang, Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, kini tak lagi terlihat. Hal ini terungkap setelah Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, bersama Kapolda Sumatera Barat Irjen Gatot Tri Suryanta, melakukan peninjauan langsung ke lokasi.
Andre mengapresiasi langkah tegas jajaran Polda Sumbar yang dalam sepekan terakhir menggelar razia besar-besaran terhadap aktivitas tambang emas ilegal (PETI). Menurutnya, operasi tersebut berdampak nyata pada kelancaran distribusi BBM jenis solar bersubsidi.
“Kita bisa lihat sendiri, hari ini di SPBU Sawah Panjang tidak ada lagi antrean. Masyarakat kini bisa menikmati solar subsidi dengan lancar, aman, dan nyaman,” ujar Andre di lokasi, Minggu (18/1).
Andre menegaskan, hilangnya antrean menjadi bukti kuat bahwa selama ini kuota solar subsidi banyak terserap oleh aktivitas tambang ilegal. “Dulu saya sudah minta kuota ditambah 15%, tapi antrean tetap ada. Setelah Kapolda melakukan razia, antrean langsung hilang. Ini membuktikan solar subsidi dipakai pihak yang tidak berhak,” tegas Ketua DPD Gerindra Sumbar itu.
Dalam kesempatan tersebut, Andre juga berdialog dengan pemilik SPBU dan sejumlah sopir. Mereka mengaku lega karena dalam sepekan terakhir tidak lagi menghadapi antrean panjang saat mengisi BBM.
Kapolda Sumbar Irjen Gatot menegaskan pihaknya akan terus menjaga konsistensi pengawasan agar distribusi BBM bersubsidi tepat sasaran. “BBM bersubsidi harus benar-benar dinikmati masyarakat yang berhak. Razia ini juga bertujuan memperbaiki tata kelola lingkungan agar sungai-sungai di Sumbar kembali bersih dari kerusakan akibat tambang ilegal,” ujarnya.
Kepala Dinas ESDM Sumbar, Helmi Heriyanto, turut mengakui bahwa pascarazia tambang, antrean di SPBU menghilang. “Kita melihat langsung bagaimana tidak ada antrean lagi. Semua lancar,” katanya.
Dengan normalnya kondisi SPBU, masyarakat Pasaman, khususnya di sektor transportasi dan pertanian, diharapkan dapat kembali beraktivitas tanpa terkendala kelangkaan bahan bakar. Situasi ini menjadi harapan baru agar distribusi energi di daerah tetap stabil dan mendukung produktivitas masyarakat.(Ess)







