Realitarakyat.com – Aktris sekaligus pembuat film asal Amerika Serikat, Angelina Jolie, mendadak turun ke perlintasan Rafah di perbatasan Mesir–Gaza pada Jumat (2/1/2026) waktu setempat. Kehadiran Jolie bukan untuk urusan film, melainkan misi kemanusiaan di tengah krisis Gaza yang kian memburuk.
Dalam pernyataan resminya, Jolie yang juga mantan utusan khusus Badan Pengungsi PBB (UNHCR) menegaskan kunjungan ini bagian dari perjalanan kemanusiaannya ke Mesir. Ia meninjau langsung gudang besar berisi bantuan medis yang ditolak masuk ke Gaza.
“Saya berbicara dengan lembaga-lembaga kemanusiaan yang bekerja keras mengatasi pembatasan. Saya melihat gudang penuh perlengkapan medis yang ditolak masuk,” ujar Jolie, dikutip CNN, Minggu (4/1/2026).
Kunjungan Jolie berlangsung di tengah kebijakan Israel yang menangguhkan operasional puluhan organisasi bantuan internasional. Aturan baru mewajibkan lembaga menyerahkan data pribadi staf mereka, memicu kekhawatiran soal keselamatan pekerja kemanusiaan.
Langkah Israel ini menuai sorotan global. Sepuluh negara memperingatkan kondisi Gaza kembali mengalami “kemerosotan” dengan situasi kemanusiaan yang disebut “katastropik”.
Di saat bersamaan, Gaza menghadapi musim dingin ekstrem. Hujan deras dan suhu rendah membuat banyak tenda darurat rusak dan terendam. Kantor Media Pemerintah Gaza melaporkan sedikitnya 20 orang tewas akibat bangunan runtuh saat warga mencari perlindungan.
Selama di Rafah, Jolie bertemu dengan pekerja Bulan Sabit Merah Mesir dan organisasi lokal untuk membahas penyaluran bantuan tambahan. Ia menegaskan pentingnya akses aman dan berkelanjutan.
“Gencatan senjata harus tetap berlaku, akses harus segera diperluas agar bantuan bisa bergerak cepat. Setiap hari gangguan berarti hilangnya nyawa,” tegas Jolie.
Selain meninjau Rafah, Jolie juga dijadwalkan bertemu keluarga pengungsi Palestina dan Sudan di Mesir. Ia menyampaikan apresiasi kepada relawan yang terus bekerja di tengah keterbatasan.(Din)







