Realitarakyat.com – Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan cadangan beras pemerintah (CBP) yang tersimpan di gudang Bulog saat ini berada pada level aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga perayaan Imlek, Ramadhan, dan Lebaran Idul Fitri 2026.
“Kami jelaskan, stok komoditas beras Bulog di seluruh tanah air. Jadi total stok beras Bulog di tanah air adalah 3.351.900 ton,” kata Rizal di Jakarta, Jumat (16/1).
Ia menjelaskan, jumlah tersebut merupakan stok beras yang tersimpan di seluruh gudang Bulog di Indonesia dan berfungsi sebagai cadangan strategis nasional pemerintah untuk menjaga stabilitas pasokan serta harga pangan.
Rizal menegaskan, ketersediaan beras tersebut dipersiapkan untuk menghadapi sejumlah momentum peningkatan konsumsi, mulai dari perayaan Imlek dalam waktu dekat, dilanjutkan bulan Ramadhan, hingga Hari Raya Idul Fitri, agar distribusi dan pasokan beras tetap terjaga secara nasional.
“Kesiapan stok ini untuk menghadapi pertama adalah Imlek dalam waktu dekat, kemudian menghadapi Ramadhan, kemudian menghadapi Lebaran,” ujar Rizal.
Ia menambahkan, jumlah stok beras Bulog diproyeksikan terus meningkat seiring masuknya masa panen di berbagai sentra produksi pangan utama di sejumlah daerah.
Menurut Rizal, pada 2026 Bulog mendapat target penyerapan beras sebesar 4 juta ton. Target tersebut ditetapkan untuk memperkuat cadangan beras pemerintah sekaligus menjaga stabilitas pasokan beras domestik demi ketahanan pangan nasional.
Dengan tambahan serapan tersebut, total stok beras Bulog sepanjang 2026 diperkirakan mendekati 7 juta ton. Kondisi ini dinilai akan memperkuat kemampuan Bulog dalam melakukan intervensi pasar serta penyaluran bantuan pangan.
“Insya Allah dengan stok ini akan terus bertambah karena potensi hasil panen dari Kementerian Pertanian, kami Bulog ditargetkan di tahun 2026 ini targetnya serapannya adalah 4 juta ton (setara beras),” beber Rizal.
Stok beras yang diperkirakan hampir mencapai 7 juta ton tersebut akan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, terutama dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras selama periode hari besar keagamaan nasional.
Bulog juga memastikan pengelolaan cadangan beras dilakukan secara optimal melalui distribusi yang tepat sasaran serta koordinasi lintas instansi, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi pada masa peningkatan konsumsi, termasuk saat Imlek, Ramadhan, dan Idul Fitri 2026.[prs]







