Gubernur Pram Siapkan WFH dan PJJ Jika Banjir Jakarta Terulang

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo saat dijumpai di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (17/10/2025)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. //net

Realitarakyat.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memberlakukan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) serta pembelajaran jarak jauh (PJJ) apabila banjir kembali terjadi pada hari kerja.

Menurut Pramono, kebijakan tersebut akan diambil jika muncul indikasi banjir seperti yang terjadi pada akhir pekan lalu.

“Kalau memang akan terulang kembali dan mudah-mudahan tidak, karena kemarin ketika curah hujan di hari Sabtu-Minggu kebetulan libur panjang sehingga tidak memerlukan work from home,” kata Pramono, Rabu (21/1).

Ia menjelaskan, penerapan WFH akan diputuskan apabila hujan ekstrem memicu banjir pada hari kerja sehingga berpotensi mengganggu mobilitas masyarakat.

“Tetapi kalau kemudian ada indikasi seperti itu dan di hari biasa, saya akan memutuskan untuk dilakukan WFH,” ujarnya.

Kebijakan serupa, lanjut Pramono, juga akan diterapkan di sektor pendidikan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memberlakukan pembelajaran jarak jauh jika kondisi banjir dinilai cukup parah dan menghambat kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Di sisi lain, Pemprov DKI Jakarta tetap menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk meminimalkan dampak banjir.

Upaya tersebut antara lain melalui Operasi Modifikasi Cuaca serta pengoperasian seluruh pompa pengendali banjir yang dimiliki pemerintah daerah.

“Hampir sepanjang Pantai Utara Jawa hari ini juga masih kebanjiran semua. Tetapi kenapa di Jakarta bisa cepat surut? Karena memang fasilitas pompanya cukup untuk melakukan itu,” ujar Pramono.

Meski demikian, ia mengakui efektivitas sistem pengendalian banjir tetap sangat bergantung pada intensitas curah hujan.

“Hujan dengan curah di atas 250 milimeter berpotensi menimbulkan genangan di Jakarta, seperti yang terjadi pada akhir pekan lalu,” tandasnya.[prs]