Komisi X DPR: Penunjukan John Herdman Jadi Momentum Arah Baru Timnas Indonesia

John Herdman
John Herdman

Realitarakyat.com – Olahraga Keputusan PSSI menunjuk John Herdman sebagai pelatih baru Tim Nasional Indonesia mendapat apresiasi dari Komisi X DPR RI. Ketua Komisi X, Hetifah Sjaifudian, menilai langkah ini sebagai strategi penting untuk membangun arah baru sepak bola nasional yang lebih profesional, terukur, dan berkelanjutan.

Hetifah menekankan Herdman bukan sosok sembarangan. Pelatih asal Inggris itu memiliki pengalaman membawa tim putra dan putri Kanada tampil di ajang Piala Dunia.

“Dengan rekam jejak internasional yang kuat, Herdman diharapkan tidak hanya menghadirkan peningkatan prestasi jangka pendek, tetapi juga meletakkan fondasi pembinaan sepak bola nasional yang kokoh dan sistemik,” ujar Hetifah dalam rilis resmi, Selasa (6/1/2026).

Menurut Hetifah, kepemimpinan Herdman diharapkan mampu meningkatkan kualitas permainan, kedisiplinan taktik, serta mental bertanding pemain Timnas Indonesia di semua level. Namun, ia menegaskan peningkatan prestasi harus ditopang oleh pembinaan jangka panjang yang konsisten.

Komisi X DPR RI juga memberikan sejumlah catatan agar arah baru Timnas benar-benar terwujud:

  1. Regenerasi pemain muda harus menjadi prioritas utama, agar talenta lokal bisa berkembang berkesinambungan.
  2. Seleksi pemain dilakukan secara objektif dan adil, baik untuk pemain lokal maupun diaspora.
  3. Sinergi Timnas, klub, dan liga nasional mutlak diperlukan untuk menopang prestasi jangka panjang.
  4. Pencarian bakat inklusif hingga ke daerah-daerah agar pengembangan sepak bola tidak terpusat di wilayah tertentu saja.

Hetifah mengingatkan, jadwal Timnas sepanjang 2026—mulai dari FIFA Match Day hingga Piala AFF—tidak boleh membuat sepak bola Indonesia terjebak pada orientasi hasil instan. Evaluasi kinerja pelatih dan tim harus berbasis proses serta berorientasi pada penguatan ekosistem sepak bola nasional.

Pada akhirnya, Komisi X DPR RI menyatakan dukungan penuh terhadap langkah PSSI menghadirkan pelatih berkelas dunia. Namun, dukungan itu harus dibarengi akuntabilitas, keberlanjutan pembinaan, dan keberpihakan pada pengembangan talenta nasional.

“Sepak bola Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar kemenangan. Ia membutuhkan sistem yang kuat, visi jangka panjang, dan komitmen bersama untuk maju secara konsisten,” pungkas Hetifah.(Ess)