Komisi X DPR RI Minta Percepatan Pemulihan Sekolah Terdampak Bencana di Sumatra

Komisi X DPR RI Minta Percepatan Pemulihan Sekolah Terdampak Bencana di Sumatra
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian. //net

Realitarakyat.com– Ribuan sekolah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat masih menghadapi dampak serius pasca banjir dan tanah longsor yang melanda pada akhir November 2025. Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menegaskan perlunya percepatan pemulihan infrastruktur pendidikan agar hak belajar anak-anak tetap terjamin.

Hetifah menyoroti pentingnya perbaikan gedung sekolah yang rusak, penyediaan ruang kelas darurat, serta fasilitas belajar di kawasan hunian sementara. “Keselamatan memang prioritas, tetapi hak anak untuk belajar tidak boleh terabaikan. Banyak anak kesulitan sekolah karena jarak yang jauh atau kondisi sekolah yang rusak,” ujarnya.

Data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah per 14 Januari 2026 mencatat 4.639 satuan pendidikan terdampak. Dari jumlah itu, 4.440 sekolah sudah kembali beroperasi, meski sebagian masih menggunakan tenda atau menumpang di fasilitas lain. Sementara 199 sekolah masih dalam tahap pembersihan. Bencana ini juga mengganggu aktivitas 59 ribu guru dan lebih dari 683 ribu siswa.

Kerusakan sekolah terbilang parah: 1.529 rusak sedang, 1.225 rusak berat, 1.642 rusak ringan, dan 180 rusak total. Meski pemerintah telah melakukan langkah cepat dengan pembersihan ribuan sekolah, pendirian tenda darurat, serta distribusi 27 ribu paket perlengkapan belajar, Hetifah menilai upaya lanjutan tetap mendesak.

Selain itu, pemerintah juga menyalurkan tunjangan khusus Rp2 juta bagi 16.467 guru dan tenaga kependidikan di wilayah terdampak, dengan total anggaran mencapai Rp32,9 miliar. Namun, Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi mencatat masih banyak kendala, mulai dari timbunan lumpur hingga rusaknya sarana pendukung pendidikan.

Hetifah menekankan agar Kemendikdasmen segera menindaklanjuti kebutuhan yang ada. “Pemulihan pendidikan bukan sekadar membangun ulang gedung, tetapi menciptakan lingkungan belajar yang aman, tangguh, dan mendukung pemulihan psikososial anak-anak,” tegasnya.

Dengan desakan ini, Komisi X berharap percepatan rehabilitasi sekolah di tiga provinsi terdampak dapat segera terwujud, sehingga masa depan generasi muda tetap terjaga meski menghadapi bencana.(Ess)