Imlek, Tradisi Tionghoa Bukan Perayaan Agama

Imlek, Tradisi Tionghoa Bukan Perayaan Agama

Realitarakyat.com – Tahun Baru Imlek kembali dirayakan masyarakat Tionghoa sebagai momentum budaya berdasarkan kalender lunar. Tokoh Tionghoa Bekasi, Ronny Hermawan, menegaskan bahwa Imlek bukanlah hari besar keagamaan, melainkan perayaan tradisi etnis Tionghoa yang dapat dirayakan oleh siapa pun, tanpa memandang agama.

“Imlek bukan hari besar agama, tapi hari besar suku Tionghoa, bukan hanya di Indonesia tapi dunia,” ujarnya di Klenteng Hok Lay Kiong, Senin (16/2/2026).

Tradisi Imlek biasanya diisi dengan kumpul keluarga, makan bersama, serta berkunjung ke orang tua dan kerabat. Ronny berharap perayaan Tahun Kuda Api kali ini menjadi momentum datangnya kebaikan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Ketua Klenteng Hok Lay Kiong, Benny Gunawan, menambahkan bahwa Tahun Kuda Api melambangkan energi besar yang perlu dikendalikan agar tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.

Perayaan Imlek pun kembali menjadi simbol kebersamaan, harapan, dan semangat baru bagi masyarakat Tionghoa maupun bangsa Indonesia secara luas.(Arp)