Presiden Soroti Peringatan MSCI, Minta Pengawasan Pasar Modal Diperketat

Presiden Soroti Peringatan MSCI, Minta Pengawasan Pasar Modal Diperketat
Presiden Prabowo Subianto. //net

Realitarakyat.com — Presiden Prabowo Subianto memberikan atensi serius terhadap peringatan lembaga indeks saham global, Morgan Stanley Capital International (MSCI), yang menyoroti masalah transparansi di pasar modal Indonesia.

Peringatan tersebut sebelumnya telah memicu anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan memicu mundurnya sejumlah petinggi otoritas keuangan.

Utusan Khusus Presiden bidang Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo, mengungkapkan bahwa Presiden merasa keberatan karena situasi ini mengancam reputasi ekonomi nasional dan merugikan investor ritel.

“Presiden sangat memberikan perhatian pada apa yang terjadi, terutama terkait kehormatan negara yang terancam. Investor ritel banyak yang menjadi korban, dan ini menjadi poin yang sangat penting bagi beliau,” ujar Hashim dalam acara ASEAN Climate Forum di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Hashim menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen memperketat pengawasan terhadap otoritas pasar modal guna menjaga kredibilitas investasi di Indonesia.

Langkah ini diambil setelah pekan lalu pasar modal Indonesia diguncang kebijakan MSCI yang membekukan sementara perlakuan indeks untuk saham-saham asal RI.

Kebijakan MSCI tersebut berdampak signifikan pada penghentian penambahan saham baru dan pembekuan kenaikan bobot saham Indonesia.

Akibatnya, IHSG sempat ambrol hingga 8 persen pada akhir Januari lalu, yang memicu trading halt dan berujung pada pengunduran diri Direktur Utama BEI, Iman Rachman, serta empat pejabat tinggi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), termasuk Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar.

Merespons arahan tersebut, Pjs Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyatakan apresiasinya terhadap dukungan pemerintah. Ia berkomitmen untuk mempercepat langkah reformasi di tubuh bursa efek.

“Kami berterima kasih atas dukungan luar biasa dari pemerintah. Kami akan segera melakukan langkah-langkah penting untuk memperbaiki kondisi pasar modal sesegera mungkin,” tegas Jeffrey.

“Dampak Peringatan MSCI: Pemerintah Perketat Pengawasan Pasar Modal Indonesia” (*)