Realitarakyat.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan pemerintah akan memberikan insentif khusus guna mengakselerasi program konversi sepeda motor berbahan bakar bensin menjadi motor listrik. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen negara dalam mendukung transisi energi masyarakat.
“Sudah barang tentu negara akan hadir untuk ‘tanggung renteng’ dengan masyarakat ketika dikonversi dari bensin ke motor listrik. Pasti ada semacam sweetener-nya,” ujar Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (9/3).
Meski telah memastikan adanya dukungan fiskal, Bahlil menyatakan bahwa besaran subsidi serta target jumlah kendaraan yang akan dikonversi masih dalam tahap pengkajian. Detail mengenai nilai insentif tersebut akan dibahas lebih lanjut oleh Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Transisi Energi yang baru saja dibentuk.
“Satgas kan baru dibentuk, saya akan rapat koordinasi dulu dengan tim satgas sebelum melaporkan hasilnya secara resmi,” tambah Bahlil.
Program konversi ini diproyeksikan menyasar sekitar 120 juta unit motor konvensional yang saat ini beroperasi di Indonesia. Langkah ini dinilai sebagai strategi krusial untuk menekan tingkat polusi udara sekaligus mengurangi ketergantungan nasional pada energi fosil.
Presiden Prabowo Subianto sendiri telah menargetkan agar implementasi program transisi energi ini dapat berjalan maksimal dalam kurun waktu tiga hingga empat tahun ke depan. Kehadiran Satgas Percepatan Transisi Energi diharapkan mampu memangkas hambatan birokrasi dan teknis sehingga realisasi di lapangan bisa tercapai lebih cepat dari target yang ditetapkan.[prs]







