BPS: Inflasi Ramadhan Konsisten Terjadi 5 Tahun Terakhir

BPS: Inflasi Ramadhan Konsisten Terjadi 5 Tahun Terakhir

Realitarakyat.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa inflasi bulanan (month-to-month/mtm) selalu terjadi setiap momen Ramadhan dalam lima tahun terakhir. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa komoditas makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama kenaikan harga di periode tersebut.

“Secara umum, komoditas bergejolak serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi komponen penyebab utama inflasi di setiap momen Ramadhan,” ujar Ateng di Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Data BPS menunjukkan variasi inflasi Ramadhan:

  • April 2022: 0,95% mtm, dipicu minyak goreng dan bensin.
  • Maret 2023: 0,18% mtm, dengan beras, cabai rawit, dan bawang putih sebagai pendorong.
  • Maret 2024: 0,52% mtm, didorong telur ayam, beras, dan emas perhiasan.
  • Maret 2025: 1,65% mtm, tertinggi dalam lima tahun, dipicu tarif listrik dan bawang merah.
  • Februari 2026: 0,68% mtm, dengan emas perhiasan, daging ayam, dan cabai rawit sebagai penyumbang utama.

Ateng menegaskan bahwa inflasi Ramadhan 2026 lebih rendah dibandingkan Ramadhan 2022 dan 2025. Hal ini menunjukkan dinamika harga pangan dan energi tetap menjadi faktor dominan yang memengaruhi inflasi musiman di Indonesia.(Din)