Kabar Duka, Putri Tokoh Senior Akbar Tandjung Meninggal Dunia

Kabar Duka, Putri Tokoh Senior Akbar Tandjung Meninggal Dunia
Anak Akbar Tandjung, Karmia Krissanty Tandjung/Net

Realitarakyat.com – Kabar duka menyelimuti keluarga besar tokoh senior politik Indonesia, Akbar Tandjung.

Putri beliau, Karmia Krissanty Tandjung, dikabarkan meninggal dunia pada Rabu pagi, 11 Maret 2026.

Wakil Ketua DPR RI Bidang Kesejahteraan Rakyat sekaligus Bendahara Umum Partai Golkar, Sari Yuliati, menyampaikan belasungkawa mendalam atas kepergian almarhumah.

“Innalillahi wa inna illaihi roji’un. Turut berduka cita atas wafatnya Karmia Krissanty Tandjung, putri dari Bapak Akbar Tandjung. Semoga almarhumah diampuni segala dosa serta kekhilafannya, dilapangkan kuburnya, dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ujar Sari dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (11/3).

Jenazah almarhumah disemayamkan di rumah duka di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Rencananya, pemakaman akan dilangsungkan pada hari yang sama di TPU Tanah Kusir, Jakarta.

Pihak keluarga memohon doa dan keikhlasan dari kerabat serta masyarakat untuk memaafkan segala kesalahan almarhumah semasa hidupnya.

Karmia Krissanty Tandjung meninggalkan sang suami, Akbar Nasution, serta dua orang anak, Inaya Abriana Nasution dan Raga Hakabara Nasution.

Almarhumah juga meninggalkan kedua orang tuanya, Akbar Tandjung dan Krisnina Maharani, beserta saudara-saudara kandungnya.

Kepergian Karmia membawa simpati luas bagi sosok Akbar Tandjung, yang merupakan tokoh sentral dalam sejarah politik nasional.

Sepanjang pengabdiannya, Akbar Tandjung pernah mengemban berbagai jabatan strategis, di antaranya:

  • Menteri Pemuda dan Olahraga (1988–1993)
  • Menteri Perumahan Rakyat (1993–1998)
  • Menteri Sekretaris Negara di era Presiden B.J. Habibie
  • Ketua DPR RI dan Ketua Umum Partai Golkar (1999–2004)

Hingga berita ini diturunkan, ucapan doa dan simpati terus mengalir dari rekan-rekan sejawat serta kolega politik sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi almarhumah dan keluarga besar yang ditinggalkan.[prs]