Tolak Tawaran Dialog, Iran Tantang AS Lakukan Konfrontasi Darat

Tolak Tawaran Dialog, Iran Tantang AS Lakukan Konfrontasi Darat
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf. //net

Realitarakyat.com – Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, melontarkan peringatan keras terhadap Amerika Serikat (AS) menyusul laporan rencana operasi militer darat ke wilayah Iran.

Ghalibaf menegaskan bahwa pasukan Teheran telah bersiap menghadapi potensi konfrontasi langsung di darat seiring konflik yang memasuki bulan kedua.

Dalam pernyataan yang dirilis kantor berita Islamic Republic News Agency (IRNA), Minggu (29/3), Ghalibaf menuding Presiden AS Donald Trump melakukan standar ganda dengan menawarkan negosiasi di tengah persiapan serangan.

“Musuh secara terbuka menyampaikan pesan negosiasi, namun diam-diam merencanakan serangan darat,” ujar Ghalibaf sebagaimana dikutip dari Al Jazeera.

Ia menambahkan bahwa pasukan Iran siap memberikan perlawanan sengit jika tentara AS benar-benar menginjakkan kaki di wilayahnya.

Ketegangan ini meningkat setelah media AS melaporkan bahwa Pentagon tengah menyusun skenario operasi darat yang melibatkan pasukan khusus dan infanteri konvensional.

Meski pejabat AS menyatakan rencana tersebut bukan berupa invasi skala penuh, pengiriman 3.500 personel dari 31st Marine Expeditionary Unit ke Timur Tengah telah memicu reaksi keras dari Teheran.

Sosok Ghalibaf sendiri menjadi pusat perhatian setelah laporan Politico menyebut pemerintahan Trump membidik mantan Wali Kota Teheran tersebut sebagai mitra potensial untuk memimpin Iran di masa depan.

Meskipun Trump mengklaim adanya negosiasi rahasia, Ghalibaf dan pemerintah Iran secara tegas membantah keterlibatan dalam pembicaraan tersebut.

Hingga saat ini, belum ada kepastian apakah Trump akan menyetujui rencana operasi darat tersebut. Namun, retorika dari kedua belah pihak menandakan kebuntuan diplomasi di tengah situasi perang yang kian memanas. (*)