Realitarakyat.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia mulai mematangkan persiapan pemutakhiran data pemilih dan penataan Daerah Pemilihan (Dapil) khusus di Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk menyongsong Pemilu 2029.
Langkah ini mencakup persiapan teknis untuk pemilihan calon anggota DPD RI maupun DPR RI di wilayah ibu kota baru tersebut.
Komisioner KPU RI, Iffa Rosita, menegaskan bahwa pembentukan dapil khusus merupakan bagian dari penyesuaian regulasi seiring perpindahan pusat pemerintahan. Persiapan sengaja dilakukan lebih awal agar sinkronisasi data penduduk dan wilayah berjalan akurat.
“Ke depan akan ada dapil khusus di IKN saat Pemilu 2029, sehingga persiapannya dilakukan mulai kini,” ujar Iffa saat melakukan kunjungan kerja dan audiensi bersama Otorita IKN di Penajam Paser Utara, Jumat (24/4).
Iffa menambahkan bahwa tahun 2027 akan menjadi periode krusial karena KPU mulai memasuki tahapan resmi Pemilu 2029. Pada masa tersebut, interaksi antara KPU dan Otorita IKN akan semakin intensif untuk memvalidasi data pemilih khusus. Selain itu, jika infrastruktur pendukung telah siap, KPU berencana membangun gedung kantor permanen di kawasan IKN.
“Nanti akan ada pemilihan untuk DPD dan DPR, maka antara KPU dan Otorita IKN akan sering berinteraksi untuk memutakhirkan data pemilih khusus IKN. Jika sudah siap juga akan dibangunkan Gedung KPU di sini,” imbuhnya.
Kunjungan kerja ini diikuti oleh jajaran Anggota KPU RI, Ketua Divisi SDM, Ketua Divisi Hukum, serta perwakilan pengawas KPU dari seluruh Indonesia. Selain audiensi, rombongan juga meninjau lokasi pembangunan strategis seperti Taman Kusuma Bangsa, kawasan glamping, pusat pelatihan PSSI, hingga Rusun ASN.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Otorita IKN, Bimo Adi Nursanthyasto, memaparkan bahwa progres pembangunan IKN saat ini telah memasuki Tahap II dengan fokus pada kawasan legislatif dan yudikatif. Ia berharap dukungan lintas lembaga untuk menyebarkan informasi yang akurat mengenai perkembangan ibu kota baru.
“Pembangunan IKN adalah komitmen bersama bangsa Indonesia. Kami berharap dukungan untuk turut menyebarkan informasi yang benar dan konstruktif mengenai IKN,” tutur Bimo.[prs]







