Realitarakyat.com – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan pentingnya pemerataan geografis dalam pelaksanaan program Magang Nasional guna memperluas akses dunia kerja bagi lulusan perguruan tinggi di daerah.
Langkah ini bertujuan agar putra daerah memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya di wilayah asal mereka tanpa harus bergantung pada lapangan kerja di Pulau Jawa.
Dalam penutupan Magang Nasional 2025 Tahap I di Jakarta, Jumat (24/4/2026), Menaker mengungkapkan bahwa evaluasi program tahap pertama menunjukkan konsentrasi peserta yang masih didominasi di Pulau Jawa.
Kedepannya, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berkomitmen untuk mendorong sebaran peserta yang lebih merata secara nasional.
“Kita sudah harus mulai menjadikan program Magang Nasional ini merata sebarannya sehingga menjadi kesempatan buat putra daerah untuk bisa berkarya di daerah masing-masing,” ujar Yassierli secara hibrida.
Selain aspek geografis, Menaker juga menekankan perlunya inklusivitas dalam pemilihan program studi dan kejuruan.
Hal ini dimaksudkan agar para lulusan baru (fresh graduate) dapat memperoleh pengalaman kerja yang relevan dengan latar belakang pendidikan mereka.
Program Magang Nasional saat ini mencatat total 100 ribu peserta yang ditempatkan di berbagai perusahaan serta instansi pemerintah.
Untuk Tahap I, sebanyak 14.952 peserta resmi menyelesaikan masa magang pada 19 April 2026. Peserta yang menyelesaikan masa kerja selama enam bulan akan menerima sertifikat resmi sebagai bukti kompetensi.
Yassierli menambahkan bahwa fokus tahun kedua program ini tidak hanya pada pemberian pengalaman kerja, tetapi juga pada sertifikasi dan penyerapan tenaga kerja secara langsung oleh pihak industri. (*)







