Dukung Pernyataan Prabowo, Komisi XI DPR: Pelemahan Rupiah Lebih Berdampak pada Orang Kaya

Dukung Pernyataan Prabowo, Komisi XI DPR: Pelemahan Rupiah Lebih Berdampak pada Orang Kaya
Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun. //Net

Realitarakyat.com – Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait melemahnya nilai tukar rupiah bertujuan untuk menenangkan masyarakat.

Misbakhun sepakat bahwa penggunaan dolar AS sebagai alat transaksi keuangan saat ini lebih berdampak langsung pada kelompok masyarakat kaya dan sektor impor.

Menurut Misbakhun, masyarakat di daerah pedesaan tidak terkait langsung dengan transaksi mata uang asing.

Sebaliknya, dampak pelemahan rupiah akan lebih dirasakan oleh masyarakat yang melakukan perjalanan ke luar negeri serta sektor industri yang bergantung pada bahan baku impor.

“Beliau (Prabowo) benar bahwa masyarakat diminta tenang, terutama masyarakat pedesaan. Yang terpengaruh adalah transaksi-transaksi yang menggunakan impor, orang-orang kaya yang bepergian ke luar negeri,” ujar Misbakhun di Jakarta, Minggu (17/5/2026).

Kendati demikian, Misbakhun menegaskan bahwa arahan Presiden merupakan pengingat bagi Bank Indonesia (BI) untuk segera mengendalikan nilai tukar.

Komisi XI DPR mendesak BI melakukan langkah strategis dan upaya konkret guna mengembalikan rupiah ke nilai idealnya, mengingat mata uang Indonesia saat ini dinilai sudah under value (di bawah nilai wajar).

Penegasan ini merespons tren penurunan nilai tukar rupiah yang terus merosot belakangan ini.

Berdasarkan data perdagangan pasar, rupiah berada di level Rp17.614 per dolar AS pada Jumat (15/5/2026), dan sedikit menguat tipis ke level Rp17.592 per dolar AS pada Sabtu (16/5/2026).

Sebelumnya, saat meresmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026), Presiden Prabowo Subianto meminta publik tidak panik menghadapi fluktuasi nilai tukar mata uang asing.

Prabowo mengklaim bahwa ketahanan ekonomi Indonesia di sektor pangan dan energi tetap terjaga stabil di tengah kepanikan global. (ndi)