Eskalasi Timur Tengah: Iran Tegaskan Serangan Houthi ke Saudi Tak Mewakili Teheran

Eskalasi Timur Tengah: Iran Tegaskan Serangan Houthi ke Saudi Tak Mewakili Teheran
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree. //net

Realitarakyat.com — Pemerintah Iran menegaskan bahwa manuver militer kelompok milisi Houthi (Ansar Allah) di Yaman yang kembali menyerang Arab Saudi murni merupakan keputusan independen mereka dan sama sekali tidak mewakili kepentingan politik Teheran.

Penegasan ini disampaikan perwakilan Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Amir Saeid Iravani, melalui surat resmi kepada Sekjen PBB Antonio Guterres menyusul pecahnya kembali kontak senjata di kawasan tersebut.

Iravani menyatakan bahwa tuduhan yang menyebut pergerakan Houthi dikendalikan oleh Iran adalah klaim yang tidak berdasar.

Menurutnya, Pemerintahan Sanaa yang dikuasai Houthi bertindak secara mandiri demi kepentingan rakyat Yaman, meskipun di tingkat regional faksi tersebut kerap dituding sebagai proksi terkuat Iran.

Ketegangan kembali memuncak setelah milisi Houthi melancarkan serangan balasan menggunakan rudal balistik dan pesawat tanpa awak (drone) ke Bandara Internasional Abha di selatan Arab Saudi.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengonfirmasi serangan tersebut dilakukan sebagai respons atas aksi pemboman oleh militer Saudi terhadap pangkalan milisi di Bandara Internasional Sanaa pada Senin (13/7) kemarin.

Aksi saling serang ini menjadi penanda berakhirnya masa de-eskalasi atau gencatan senjata informal yang telah terjaga sejak Maret 2022.

Pihak Houthi bahkan mengeluarkan peringatan keras kepada maskapai penerbangan internasional untuk menghindari wilayah udara Arab Saudi hingga blokade terhadap bandara Sanaa dicabut sepenuhnya. (*)