Pemerintah Perketat Antisipasi Karhutla dan Kekeringan Menyusul Ancaman El Nino

Pemerintah Perketat Antisipasi Karhutla dan Kekeringan Menyusul Ancaman El Nino
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni. //net

Realitarakyat.com – Pemerintah meningkatkan langkah antisipasi terhadap dampak fenomena iklim El Nino, termasuk memperketat pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta potensi kekeringan di sejumlah wilayah yang diprediksi datang lebih awal tahun ini.

“Prediksi BMKG ini akan terjadi El Nino yang cepat. Jadi awalnya mestinya 2027 akan terjadi tahun ini. Jadi kekeringannya datang lebih cepat dan berakhirnya lebih lambat. Itu tentu harus ada antisipasi,” ujar Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Pernyataan tersebut disampaikannya usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto yang turut melibatkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI, serta Polri.

Langkah pencegahan ini krusial mengingat karhutla tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga memicu gangguan kesehatan hingga melumpuhkan aktivitas ekonomi seperti operasional bandara dan sekolah.

Meski demikian, Raja Juli Antoni optimistis angka luasan karhutla dapat terus ditekan.

Berdasarkan data Kementerian Kehutanan, luas karhutla menunjukkan tren penurunan drastis dari 2,6 juta hektare pada 2015 menjadi 359.619 hektare pada 2025, serta tercatat seluas 107.465 hektare hingga Juni 2026.

Sebagai langkah fokus pencegahan, pemerintah memberikan perhatian khusus pada sejumlah provinsi yang rawan karhutla akibat luasnya lahan gambut, meliputi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Selain itu, wilayah dengan ekosistem gambut minim tetapi rentan kekeringan seperti Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) juga masuk dalam radar pengawasan ketat. (*)