Realitarakyat.com — Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/8).
Pertemuan ini fokus membahas penanganan isu strategis serta penyelesaian konflik agraria yang dinilai mendesak.
Rapat tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, didampingi dua pimpinan DPR lainnya, yakni Cucun Ahmad Syamsurizal dan Saan Mustopa.
Sementara dari pihak pemerintah, hadir Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, serta sejumlah wakil menteri terkait.
Dalam pengantarnya, Sufmi Dasco Ahmad menyatakan bahwa rapat ini diselenggarakan untuk mencari solusi cepat atas berbagai persoalan agraria yang krusial.
“Gunanya adalah membicarakan beberapa hal yang strategis serta konflik-konflik agraria yang sangat mendesak untuk segera [diselesaikan],” ujar Dasco di Kompleks Parlemen, Selasa (11/8).
Dasco menjelaskan, koordinasi lintas lembaga ini harus segera dilakukan mengingat mekanisme Panitia Khusus (Pansus) Agraria di DPR membutuhkan proses yang panjang dan belum menunjukkan hasil signifikan.
“Kalau dilihat grand design soal KPA ini tentunya akan memakan waktu yang lama dan panjang. Sementara, Pansus Agraria yang sudah dibentuk DPR itu juga belum bisa menghasilkan banyak,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Mensesneg Prasetyo Hadi seusai rapat mengungkapkan bahwa pemerintah telah membentuk tim lintas kementerian guna mempercepat penanganan kasus-kasus agraria di lapangan.
Salah satu fokus utama yang disoroti dalam rapat kali ini adalah persoalan lahan seluas 73 ribu hektare yang statusnya tercatat masuk dalam kawasan hutan. (ndi)







