Begini Nasib 50 Bus Hangus yang Terbakar di Cikarang

Begini Nasib 50 Bus Hangus yang Terbakar di Cikarang

Realitarakyat.com  — Kebakaran melanda pangkalan bus PO Sinar Jaya di Jalan Jarakosta, Desa Sukadanau, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sebanyak 50 bus yang sudah tidak beroperasi hangus terbakar dalam peristiwa tersebut.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bekasi Adeng Hudaya mengatakan laporan kebakaran diterima petugas pada Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 01.45 WIB.

Petugas kemudian mengerahkan sembilan unit mobil pemadam kebakaran dari sejumlah sektor untuk menangani kobaran api.

“Kebakaran berasal dari pangkalan mobil bus. Sebanyak 50 bus yang sudah tidak beroperasi dilaporkan terbakar dalam kejadian tersebut,” kata Adeng di Cikarang, Rabu (19/8/2026).

Kebakaran terjadi di area pangkalan seluas sekitar 800 meter persegi. Banyaknya bus yang terparkir membuat api dengan cepat membesar dan berpotensi merambat ke kendaraan lainnya.

Berdasarkan rekaman video di lokasi, kobaran api terlihat membakar sejumlah bus yang terparkir. Asap hitam membubung tinggi, sementara besarnya api membuat langit malam di sekitar lokasi tampak memerah.

Petugas akhirnya berhasil mengendalikan kobaran api. Namun, puluhan bus yang berada di lokasi tidak dapat diselamatkan. Setelah api padam, petugas melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.

Api Diketahui Sekuriti

Danru Pleton 3 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bekasi Bohir mengatakan kebakaran pertama kali diketahui oleh sekuriti yang sedang melakukan patroli.

Saat melakukan pemeriksaan, sekuriti melihat api sudah membesar di bagian tengah area parkir bus.

“Informasi pertama dari sekuriti, kita berangkat. Kalau kita ngobrol sama sekuriti itu ketika dia kontrol atau patroli, api memang sudah besar di posisi di tengah itu. Tengah parkir bus,” ujar Bohir.

Menurut dia, bus yang terbakar merupakan kendaraan yang sudah tidak digunakan atau tidak layak beroperasi.

“Itu bus yang terbakar itu bus yang sudah tidak operasi atau tidak layak operasi,” katanya.

Proses pemadaman berlangsung sekitar lima jam. Petugas menghadapi sejumlah kendala, salah satunya keterbatasan sumber air di sekitar lokasi.

Untuk memenuhi kebutuhan air, petugas harus mengambil pasokan dari Kalimalang.

Selain itu, lokasi kebakaran yang berdekatan dengan permukiman membuat petugas membagi fokus pemadaman dari dua arah. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah api dan panas menjalar ke kawasan tempat tinggal warga.

Penyebab Masih Diselidiki

Hingga Rabu, total kerugian akibat kebakaran belum dapat dipastikan. Petugas masih melakukan pendataan terhadap kerusakan dan aset yang terdampak.

Sementara itu, penyebab kebakaran juga masih dalam penyelidikan kepolisian.

Adeng memastikan tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Nilai kerugian akibat kebakaran masih dalam proses pendataan. Polisi juga masih melakukan penyelidikan terkait penyebab insiden ini,” ujar Adeng.(Din)