Cegah Hoaks dan Polarisasi, KSP: Pancasila Makin Relevan Hadapi Tantangan Digital

Cegah Hoaks dan Polarisasi, KSP: Pancasila Makin Relevan Hadapi Tantangan Digital
Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman. //net

Realitarakyat.com — Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menilai Pancasila kian relevan sebagai pedoman utama bagi masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa di era digital.

Pernyataan ini disampaikan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurut Dudung, Pancasila lahir dari nilai-nilai luhur bangsa yang meliputi ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial.

Selama 80 tahun merdeka, sejarah telah membuktikan bahwa nilai-nilai tersebut menjadi kekuatan kokoh yang menjaga persatuan bangsa di tengah berbagai ujian dan perubahan zaman.

Di era digital saat ini, arus informasi bergerak sangat cepat sehingga membuka celah bagi masuknya berbagai ancaman ke ruang pribadi masyarakat, seperti hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, provokasi, intoleransi, hingga polarisasi.

Di tengah kondisi tersebut, Pancasila dinilai krusial untuk menyikapi perkembangan teknologi secara bijak.

“Kita boleh berbeda pendapat, tetapi jangan saling membenci. Kita boleh mengkritik, tetapi jangan memecah persaudaraan. Kita boleh maju mengikuti perkembangan dunia, tetapi jangan pernah kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia,” ujar Dudung, dalam pernyataan resminya, di Jakarta, Kamis (13/8).

Ia menjelaskan, pengamalan Pancasila dapat diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari, seperti menghormati perbedaan, saling menolong, serta menyelesaikan persoalan melalui musyawarah.

Selain itu, pelayanan publik yang adil, manusiawi, dan tidak sewenang-wenang oleh aparat serta pejabat negara juga menjadi bentuk pengamalan nilai-nilai dasar negara.

Menjelang perayaan kemerdekaan, Dudung mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk kembali memaknai Pancasila bukan sekadar hafalan, melainkan falsafah hidup yang diamalkan.

Ia meyakini Indonesia akan terus berdiri kokoh dan maju selama masyarakat teguh memegang Pancasila, menjaga Bhinneka Tunggal Ika, menjunjung UUD 1945, serta mempertahankan NKRI. (*)