Realitarakyat.com — Sejumlah duta besar negara sahabat menghadiri Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Para perwakilan negara sahabat mulai berdatangan ke Gedung Nusantara sejak pagi. Kehadiran mereka menjadi bagian dari tamu diplomatik dalam agenda kenegaraan yang digelar menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sejumlah duta besar yang terlihat hadir antara lain Duta Besar India Sandeep Chakravorty, Duta Besar Suriah Abdulmonem Annan, Duta Besar Iran Mohammad Boroujerdi, Duta Besar Venezuela Enrique Antonio Acuna Mendoza, serta Duta Besar Afrika Selatan Mpetjane Kgaogelo Lekgoro.
Selain perwakilan negara sahabat, sejumlah menteri Kabinet Merah Putih juga telah hadir di Kompleks Parlemen.
Mereka di antaranya Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, serta Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar.
Kemudian hadir pula Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Yandri Susanto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi.
Prabowo Sampaikan Pidato Kenegaraan
Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI 2026 digelar di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta.
Dalam rangkaian agenda tersebut, Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan menyampaikan laporan kinerja lembaga-lembaga negara sekaligus pidato kenegaraan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sidang tahunan tahun ini menjadi salah satu momentum penting untuk menyampaikan gambaran mengenai perjalanan pemerintahan sekaligus arah kebijakan nasional ke depan.
Pelaksanaan Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD RI 2026 mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”.
Kehadiran para duta besar dan perwakilan negara sahabat menunjukkan bahwa agenda kenegaraan tersebut tidak hanya menjadi perhatian di dalam negeri, tetapi juga menjadi bagian dari momentum diplomasi Indonesia di mata komunitas internasional.(Ess)






