Realitarakyat.com — Dua gempa tektonik susulan kembali mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Senin (17/8/2026) pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan kedua gempa tersebut tidak berpotensi memicu tsunami.
Berdasarkan data BMKG, guncangan pertama bermagnitudo 5,0 terjadi di wilayah Ruteng, Kabupaten Manggarai, yang kemudian disusul gempa magnitudo 5,8 berpusat di timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada pukul 07.46 WIB.
Gempa M 5,8 berkedalaman 10 kilometer tersebut dirasakan hingga skala III–IV MMI di Manggarai, Manggarai Timur, dan Ngada, serta skala III MMI di Nagekeo, Ende, dan Sumba Timur.
Kepala BMKG Wilayah NTT, Arief Tyastama, menjelaskan bahwa kedua peristiwa tersebut merupakan aktivitas penyesuaian patahan batuan pascagempa utama bermagnitudo 7,7 yang melanda kawasan Flores pada 15 Agustus lalu.
“Agar masyarakat tetap tenang dan waspada. Jangan percaya dengan isu dan hoaks yang tidak jelas sumbernya. Selalu pantau informasi dari BMKG dan BPBD,” ujar Arief, Senin (17/8/2026).
Meski tidak ada ancaman tsunami, BMKG mengingatkan warga untuk mewaspadai risiko struktur bangunan yang retak atau rapuh akibat guncangan berulang.
Masyarakat diminta memeriksa kondisi tempat tinggal masing-masing sebelum memasukinya kembali.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi dari pemerintah daerah setempat terkait dampak kerusakan maupun kerugian materiil akibat gempa susulan tersebut. (*)







