Usai Sade Terbakar, NTB Siapkan Destinasi Alternatif

Usai Sade Terbakar, NTB Siapkan Destinasi Alternatif

Realitarakyat.com  — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyiapkan sejumlah destinasi wisata budaya alternatif setelah Dusun Adat Sade, Lombok Tengah, terbakar. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan kunjungan wisatawan menjelang MotoGP Mandalika 2026.

Kepala Dinas Kebudayaan NTB Muhamad Ihwan mengatakan sejumlah destinasi yang disiapkan antara lain Kampung Adat Ende, Desa Adat Bayan, Kampung Tenun Sukarara, dan Kampung Adat Pringgasela.

“Berbagai destinasi itu perlu segera kami kondisikan agar siap menerima limpahan wisatawan,” kata Ihwan setelah meninjau lokasi kebakaran Dusun Adat Sade, Minggu (23/8/2026).

Menurut Ihwan, pemerintah daerah akan segera berkoordinasi dengan pengelola serta komunitas budaya di destinasi-destinasi tersebut. Koordinasi diperlukan untuk memastikan kesiapan fasilitas sekaligus menjaga kualitas pengalaman wisatawan.

Penyiapan destinasi alternatif menjadi perhatian karena penyelenggaraan MotoGP Mandalika pada 9-11 Oktober 2026 diperkirakan kembali mendatangkan wisatawan dalam jumlah besar ke Lombok.

“Dalam waktu dekat ini kami berkoordinasi dengan berbagai macam tempat tersebut,” ujar Ihwan.

Berdasarkan target InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), jumlah penonton MotoGP Mandalika 2026 diproyeksikan mencapai 145.000 orang, termasuk wisatawan domestik dan mancanegara.

Target tersebut meningkat sekitar 15,7 persen dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya yang mencatat 140.324 penonton.

Dengan potensi peningkatan arus wisatawan tersebut, pemerintah NTB menilai perlu ada pilihan destinasi budaya lain yang dapat dikunjungi wisatawan selama berada di Pulau Lombok.

Di sisi lain, Wakil Gubernur NTB Indah Damayanti Putri mengatakan revitalisasi Dusun Adat Sade tidak dapat dilakukan secara terburu-buru. Pemerintah perlu melibatkan berbagai pihak, terutama tokoh adat, agar pembangunan kembali tetap sesuai dengan karakter budaya masyarakat setempat.

“Merevitalisasi Dusun Sade membutuhkan duduk bersama karena membutuhkan penyampaian dan info dari para tokoh adat yang ada,” kata Indah.

Dusun Adat Sade terbakar pada 22 Agustus 2026. Kebakaran tersebut menghanguskan seluruh rumah adat di kawasan tersebut.

Sade selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi budaya unggulan Lombok dan menjadi salah satu tujuan wisatawan yang datang untuk menyaksikan tradisi masyarakat Sasak.

Kampung adat tersebut telah ada sejak sekitar abad ke-16 dan diwariskan secara turun-temurun hingga 15 generasi. Keberadaannya menjadi bagian penting dari upaya mempertahankan tradisi dan identitas budaya masyarakat Sasak.

Pemerintah NTB kini menghadapi dua agenda sekaligus, yakni memulihkan Dusun Adat Sade dengan tetap menjaga nilai budaya serta memastikan wisatawan tetap memiliki pilihan destinasi budaya selama masa pemulihan berlangsung.(Din)