Danantara Dorong Jargas, Impor LPG Bisa Ditekan

Danantara Dorong Jargas, Impor LPG Bisa Ditekan

Realitarakyat.com  — Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mendorong PT Pertamina Gas (Pertagas) mempercepat pengembangan jaringan gas bumi untuk rumah tangga (jargas) secara nasional.

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria menilai perluasan jargas dapat membantu mengurangi subsidi energi sekaligus menekan kebutuhan impor LPG yang berdampak pada arus devisa.

Hal itu disampaikan Dony saat bertemu jajaran direksi Pertagas di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Selasa (29/9/2026).

“Kalau ini bisa kita lakukan ke depan, menurut saya Pertamina Gas ini akan menjadi enabler kita untuk menurunkan subsidi di sisi energi kita. Yang kedua juga mencegah terjadinya devisa outflow kita,” ujar Dony, dikutip dari akun Instagram @bumn_id, Rabu (30/9/2026).

Menurut Dony, pembangunan jaringan gas menjadi salah satu kunci untuk mengurangi ketergantungan terhadap LPG impor. Karena itu, Pertagas diminta menyiapkan peta jalan pengembangan jargas secara nasional.

“Saya kasih waktu 2-3 bulan atau hingga akhir tahun untuk mereka mempresentasikan lagi bagaimana master plan gas kita ke depan,” katanya.

Masterplan tersebut diharapkan memuat kesiapan infrastruktur, model bisnis, serta strategi pengembangan pasar. Pengembangan dapat dimulai dari sejumlah kota besar, seperti Jakarta atau Surabaya.

Direktur Utama Pertagas Indra Pehulisa Sembiring mengatakan posisi Pertagas dalam infrastruktur gas semakin strategis. Setelah beroperasinya Pipa Transmisi Gas Cirebon-Semarang, Pertagas menjadi operator jaringan transportasi gas yang mencakup sebagian besar jalur di Pulau Jawa.

“Jadi, boleh dibilang seluruh transportasi gas di Pulau Jawa ini dioperasikan oleh Pertagas,” ujar Indra.

Pipa Cirebon-Semarang sebelumnya dibangun Kementerian ESDM menggunakan dana APBN. Setelah selesai, pengoperasiannya diserahkan kepada Pertagas melalui mekanisme tender.

Sementara itu, pemerintah juga terus memperluas pembangunan jargas rumah tangga. Berdasarkan data Kementerian ESDM, program jargas dengan kontrak jamak tahun anggaran 2025-2026 mencakup pembangunan 119.379 sambungan rumah (SR) dengan anggaran Rp 539,5 miliar.

Pemerintah juga menyiapkan tambahan 41.819 SR dengan nilai Rp 328,33 miliar serta program jargas MYC 2026-2028 sebanyak 959.232 SR dengan anggaran Rp 3,351 triliun.

Perluasan jargas tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemanfaatan gas bumi di dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan pada LPG impor.(Arp)