Realitarakyat.com – PT Freeport Indonesia (PTFI) memproyeksikan aktivitas penambangan di Grasberg Block Cave (GBC) kembali meningkat secara bertahap setelah terdampak longsoran material basah pada September 2025.
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas mengatakan, volume penambangan pada 2026 diperkirakan mencapai sekitar 124.000 ton bijih per hari.
Angka tersebut masih berada di bawah kapasitas normal tambang yang berada di kisaran 200.000 ton bijih per hari.
“Rencana atau proyeksi penambangan kita di tahun 2026 ini adalah 124.000 ton bijih per hari. Kalau kapasitas normal kita kira-kira 200.000 ton bijih per hari,” ujar Tony dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI, Rabu (16/9/2026).
Menurut Tony, tingkat produksi tahun ini baru sekitar 65 persen dari kapasitas normal. Kondisi tersebut merupakan dampak longsoran material basah yang terjadi pada September 2025.
Selain mengganggu kegiatan penambangan, insiden tersebut membuat PTFI harus melakukan modifikasi terhadap sejumlah peralatan yang digunakan dalam operasional tambang.
Produksi Diproyeksikan Terus Naik
Tony menyebut proses pemulihan operasi akan berlangsung secara bertahap dalam beberapa tahun mendatang.
Pada 2027, volume penambangan diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 170.000 ton bijih per hari, atau sekitar 75 persen dari kapasitas normal.
Produksi kemudian diperkirakan mendekati kapasitas penuh pada 2028 dengan volume sekitar 208.000 ton bijih per hari.
Sementara pada 2029 dan 2030, volume penambangan diproyeksikan dapat melampaui 220.000 ton bijih per hari.
“Selanjutnya di 2029 dan 2030 itu bisa lebih dari 220.000 ton bijih per hari,” kata Tony.
Seiring peningkatan volume bijih yang ditambang, produksi logam PTFI juga diproyeksikan bertambah.
Untuk 2026, perusahaan memperkirakan dapat menghasilkan sekitar 800 juta pound tembaga dan 700.000 ounce emas.
Tony mengonversi produksi emas tersebut setara dengan sekitar 21 ton emas sepanjang 2026.
Proyeksi tersebut menunjukkan bahwa pemulihan operasi Grasberg Block Cave menjadi salah satu faktor penting dalam peningkatan kembali produksi tembaga dan emas PTFI dalam beberapa tahun mendatang.(Din)







