Realitarakyat.com — Iran menawarkan pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari jika Amerika Serikat menyetujui sejumlah persyaratan yang diajukan Teheran.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan, proposal tersebut telah disampaikan kepada Washington melalui Qatar di tengah berlangsungnya Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York.
Menurut Araghchi, hitungan tujuh hari akan dimulai sehari setelah Amerika Serikat menerima proposal tersebut. Dalam skema yang diajukannya, sejumlah langkah dari Washington dapat dilakukan pada empat atau lima hari pertama, sehingga Selat Hormuz dapat kembali dibuka pada hari keenam.
Pembicaraan untuk mencapai kesepakatan akhir kemudian dapat dimulai pada hari ketujuh.
“Jika ada keseriusan dari pihak AS untuk mencapai kesepakatan dan membuka kembali Selat Hormuz, semuanya kini sudah siap,” ujar Araghchi kepada wartawan di New York, sebagaimana dikutip Redaksi pada Sabtu (26/9/2026).
Proposal Iran tidak hanya berkaitan dengan pembukaan Selat Hormuz. Berdasarkan laporan Associated Press, Teheran juga meminta Amerika Serikat mengakhiri blokade laut terhadap pelabuhan Iran, memberikan pengecualian terhadap sanksi penjualan minyak Iran, serta mendukung gencatan senjata yang mencakup Lebanon.
Araghchi mengatakan persyaratan tersebut pada dasarnya merujuk pada kesepahaman yang sebelumnya telah dibahas kedua pihak.
Ia menegaskan Iran tetap membuka ruang bagi jalur diplomasi, tetapi menginginkan jaminan bahwa tidak akan ada serangan baru dari Amerika Serikat sebelum pembicaraan berikutnya dimulai.
Proposal tersebut disampaikan ketika Selat Hormuz masih menjadi salah satu titik penting dalam ketegangan Iran-Amerika Serikat. Jalur perairan tersebut merupakan rute strategis bagi pelayaran energi dunia.
Araghchi mengatakan Tehran kini menunggu respons Amerika Serikat melalui para mediator. Qatar diketahui berperan menyampaikan pesan antara kedua pihak dalam proses diplomasi tersebut.
Jika Washington menyetujui proposal itu, Iran menyatakan siap menjalankan tahapan yang ditawarkan hingga jalur pelayaran di Selat Hormuz kembali dibuka.
Namun, hingga laporan ini dibuat, belum ada kesepakatan final antara Iran dan Amerika Serikat mengenai proposal tersebut. Kontak diplomatik kedua negara masih berlangsung secara tidak langsung melalui mediator.(Din)







