Realitarakyat.com — Tanah longsor menerjang Desa Sanehen, Kecamatan Silih Nara, Aceh Tengah, Aceh, Minggu (13/9/2026). Bencana tersebut menyebabkan seorang anak meninggal dunia dan 13 warga mengalami luka-luka.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah Andalika mengatakan, longsor menimpa sebuah rumah milik Aliyah (74) ketika keluarga tengah berkumpul untuk mengikuti kegiatan arisan.
Sejumlah kerabat dari Desa Paya Reje dan Kampung Bintang berada di rumah tersebut saat longsor terjadi.
“Akibatnya Nazila (9) asal Desa Paya Reje meninggal dunia. Longsor menyebabkan enam warga Sanehen dan tujuh orang dari luar Desa Sanehen terluka,” kata Andalika, Senin (14/9/2026).
Sebanyak 13 korban luka telah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Datu Beru, Aceh Tengah. Sementara itu, jenazah Nazila telah dibawa ke rumah duka di Desa Paya Reje untuk dimakamkan.
Selain menimbulkan korban jiwa, bencana tersebut merusak sejumlah rumah. Dua rumah dilaporkan mengalami rusak berat, satu rumah rusak sedang, sedangkan satu rumah lainnya terdampak longsoran.
Longsor juga terjadi di sejumlah ruas jalan di Aceh Tengah. Salah satunya di Jalan Takengon-Bintang, tepatnya kawasan Pagar Merah, yang sempat tertutup material longsor.
Tim gabungan kemudian dikerahkan untuk membersihkan material dan membuka kembali akses jalan. Sekitar pukul 20.00 WIB, kendaraan sudah dapat melintas di jalur tersebut.
Gangguan akses juga terjadi di ruas Pepalang-Berawang Gading, sekitar Kampung Kuyun. Material longsor menutup badan jalan sekaligus merusak jembatan Aramco.
Andalika mengatakan material longsor di ruas jalan tersebut telah dibersihkan. Namun, jembatan yang mengalami kerusakan belum dapat diperbaiki pada malam hari sehingga akses kendaraan masih terganggu.
“Akses masih terganggu,” ujar Andalika.
Petugas gabungan masih melakukan penanganan di lokasi terdampak serta memastikan kondisi warga dan infrastruktur yang terkena dampak longsor.(Din)







