Realitarakyat.com — Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani mendorong pondok pesantren memperkuat pendidikan karakter santri dengan tetap berpegang pada tradisi lokal dan nilai-nilai nasionalisme Indonesia.
Menurut Muzani, pesantren memiliki pola pendidikan yang telah berkembang sejak lama dan menjadi bagian dari perjalanan bangsa Indonesia. Karena itu, karakter santri dinilai perlu dibentuk dengan tetap mengakar pada budaya serta kearifan lokal.
“Pesantren itu telah dikembangkan oleh para pendahulu, pemimpin, ulama, dan para kiai kita. Cara mendidiknya khas Indonesia dan menyatukan diri dalam ke-Indonesia-an, tradisi, serta keunikan yang ada di daerah masing-masing,” kata Muzani saat menghadiri Global International Holistic Education Summit (GIHES) yang digelar Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor di Jakarta, Sabtu.
Muzani menilai konsep pendidikan holistik yang diterapkan di pesantren berpotensi menjadi salah satu model pengembangan sumber daya manusia pada masa mendatang.
Menurut dia, pendekatan tersebut tidak hanya dapat diterapkan di lingkungan pesantren, tetapi juga menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lainnya.
Ia mengatakan forum internasional tersebut dapat menjadi ruang untuk mendorong para santri agar semakin termotivasi dalam mengembangkan kemampuan sekaligus membangun karakter.
“Bagaimana pendidikan holistik yang ditawarkan dan sudah dikembangkan di pondok-pondok pesantren bisa menjadi sebuah model bagi pengembangan peradaban pada masa-masa yang akan datang. Ini adalah sebuah ikhtiar yang sangat penting dan harus kita dukung,” ujar Muzani.
Selain pendidikan karakter, Muzani menekankan pentingnya tradisi keilmuan di kalangan santri. Ia mendorong para santri untuk tidak berhenti belajar dan terbiasa menguji pengetahuan yang mereka peroleh.
Menurutnya, membaca, mendengar, bertanya, hingga berdiskusi merupakan bagian penting dalam proses mencari dan menguji kebenaran.
“Tantangan di dunia pondok pesantren juga berkembang sesuai dengan tuntutan zamannya. Oleh karena itu, ikhtiar yang harus dilakukan adalah terus melakukan inovasi dan perbaikan diri,” tuturnya.
Muzani menilai pesantren harus mampu mempertahankan nilai-nilai yang menjadi kekuatannya sekaligus beradaptasi dengan perubahan zaman.
Dengan perpaduan tradisi, nasionalisme, pendidikan holistik, dan penguatan tradisi keilmuan, pesantren diharapkan dapat terus berkontribusi dalam membentuk sumber daya manusia Indonesia yang berkarakter.(Ess)







