Realitarakyat.com – Pemerintah menyiapkan APBN 2027 tetap ekspansif, tetapi dengan pengelolaan fiskal yang terukur. Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung mengatakan defisit anggaran akan dijaga sebesar 2,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Dalam rilis yang diterima Redaksi, Jumat (2/10/2026), Juda mengatakan APBN 2027 mengusung tema “Tumbuh Lebih Tinggi, Sejahtera Lebih Cepat”. Kebijakan fiskal akan diarahkan pada tiga fungsi utama, yakni mendorong pertumbuhan ekonomi (to grow), melindungi masyarakat (to protect), dan mempercepat transformasi ekonomi (to transform).
“APBN 2027 mengusung tema ‘Tumbuh Lebih Tinggi, Sejahtera Lebih Cepat’,” kata Juda.
Fungsi tersebut antara lain diwujudkan melalui dukungan terhadap investasi, pembangunan prioritas, perlindungan daya beli, serta penguatan hilirisasi dan industrialisasi.
Dari sisi penerimaan, pemerintah akan mengoptimalkan sektor perpajakan melalui pemanfaatan data dan teknologi, penguatan Coretax, pengawasan wajib pajak berisiko tinggi, serta penegakan hukum perpajakan.
Pemerintah juga memperkuat penerimaan kepabeanan dan cukai serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), termasuk optimalisasi penerimaan sumber daya alam melalui perbaikan tata kelola dan penguatan SIMBARA.
Untuk pembiayaan, pemerintah akan lebih mengandalkan sumber domestik guna mengurangi dampak gejolak pasar global. Juda menyebut porsi kepemilikan asing pada Surat Berharga Negara (SBN) kini berada di kisaran 13-14 persen, jauh di bawah sekitar 40 persen satu dekade lalu.
Selain pasar domestik, pemerintah akan mengoptimalkan peran Danantara, Special Mission Vehicle (SMV), Badan Layanan Umum (BLU), dan Sovereign Wealth Fund. Saldo Anggaran Lebih (SAL) juga disiapkan sebagai bantalan menghadapi ketidakpastian global.
Juda menegaskan disiplin fiskal tetap menjadi prinsip utama APBN 2027. Menurut dia, defisit dan utang yang terlalu tinggi dapat meningkatkan biaya pembiayaan dan mengganggu keberlanjutan pertumbuhan ekonomi.
“Disiplin itu penting dalam pengelolaan fiskal, dan trust sangat dipengaruhi oleh kedisiplinan kita,” ujar Juda.(Arp)







