Realitarakyat.com – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Dradjad Hari Wibowo sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian di Istana Negara, Jakarta, Kamis. Penunjukan ekonom senior yang lama berkecimpung di dunia akademik, kebijakan publik, dan politik itu menambah kekuatan tim ekonomi pemerintah di tengah berbagai tantangan global dan target pertumbuhan nasional.
Pelantikan Dradjad menjadi bagian dari perombakan kabinet yang dilakukan Presiden untuk memperkuat koordinasi di sektor-sektor strategis. Dengan posisi barunya, Dradjad akan mendampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam mengawal berbagai kebijakan ekonomi nasional.
Bagi kalangan ekonomi, nama Dradjad bukan sosok baru. Lahir di Surabaya pada 20 Mei 1964, ia dikenal sebagai salah satu ekonom yang aktif memberikan masukan terhadap arah kebijakan ekonomi Indonesia selama bertahun-tahun.
Perjalanan akademiknya dimulai di Institut Pertanian Bogor (IPB). Ia lulus sebagai lulusan terbaik Fakultas Pertanian pada 1987 sebelum melanjutkan pendidikan ke University of Queensland, Australia. Di kampus tersebut, Dradjad meraih gelar magister ekonomi dan doktor ekonomi.
Kariernya kemudian berkembang di dunia riset dan pemikiran ekonomi. Ia dikenal sebagai ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) dan pernah menjabat sebagai direktur lembaga kajian tersebut. Dari ruang akademik dan penelitian, Dradjad kerap terlibat dalam berbagai pembahasan terkait pembangunan, fiskal, investasi, hingga kebijakan makroekonomi.
Namun jejak kariernya tidak hanya berada di lingkungan akademik. Dradjad juga pernah menjadi anggota DPR RI dari Partai Amanat Nasional pada periode 2004-2009. Saat berada di parlemen, ia bertugas di Komisi XI yang membidangi keuangan, perbankan, dan perencanaan pembangunan nasional.
Pengalaman politik dan pemerintahan itu semakin lengkap ketika ia dipercaya mengemban tugas sebagai Ketua Dewan Informasi Strategis dan Kebijakan Badan Intelijen Negara (BIN). Posisi tersebut memperluas perspektifnya dalam melihat hubungan antara kebijakan ekonomi, stabilitas nasional, dan dinamika global.
Kedekatannya dengan isu-isu strategis pemerintahan juga terlihat dari keterlibatannya dalam tim ekonomi Prabowo Subianto sejak Pemilihan Presiden 2019. Pada Pilpres 2024, ia kembali dipercaya sebagai anggota Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran dan aktif menjelaskan berbagai program ekonomi pasangan tersebut kepada publik.
Kini, Dradjad memasuki fase baru sebagai bagian dari pemerintahan. Tantangan yang menantinya tidak ringan, mulai dari menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, meningkatkan investasi, memperkuat daya saing industri nasional, hingga mengawal transformasi ekonomi di tengah ketidakpastian global.
Masuknya Dradjad ke Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dinilai menghadirkan kombinasi pengalaman akademik, politik, dan birokrasi. Modal itu menjadi bekal penting untuk membantu pemerintah memastikan kebijakan ekonomi berjalan lebih terkoordinasi dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Bagi Dradjad, jabatan baru ini bukan sekadar penugasan politik. Ini adalah kesempatan untuk membawa gagasan yang selama ini lahir dari ruang riset dan parlemen ke dalam pengambilan keputusan di pusat pemerintahan.(Din)







