Nasdem Sebut Tak Etis Relawan Minta Jokowi Reshuffle Kabinet

Nasdem Sebut Tak Etis Relawan Minta Jokowi Reshuffle Kabinet

Realitarakyat.com – Relawan Jokowi Mania (JoMan) mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) memilih menteri yang berani dihukum mati jika melakukan korupsi. Hal ini terkait isu reshuffle kabinet pasca dua menteri ditangkap KPK.
Atas hal tersebut, Partai Nasdem yang mengusung Jokowi di Pilpres kemarin merasa hal yang dilakukan oleh relawan untuk meminta reshuffle itu tidak etis.
Menurut elite senior Nasdem Effendi Choirie, soal reshuffle hanya Presiden Jokowi yang tahu mana menteri yang perlu diganti, mana yang tidak.
“Soal jabatan menteri itu hak prerogatif presiden. Kita boleh saja memberi saran dan masukan. Tapi kita nggak etis kalau paksa-paksa atau mendesak-desak presiden untuk ganti menteri. Presiden sudah tahu mana yang perlu diganti atau tidak, mana yang efektif mana yang tidak,” kata Gus Choi pria ini akrab disapa kepada wartawan, Minggu (13/12/2020).
Dia menuturkan berhasil atau tidak suatu pemerintahan merupakan tanggung jawab presiden. Dia meminta semua pihak tidak membuat gaduh.
“Secara keseluruhan berhasil atau tidaknya pemerintahan ini, yang tanggung jawab adalah presiden. Kita nggak usah bikin gaduh, usul ini dan itu. Seolah kita paling tahu, padahal kita belum punya pengalaman jadi presiden,” ucap Gus Choi.
Lebih lanjut, Effendi meyakini Presiden Jokowi tidak akan pandang bulu jika ‘pembantunya’ terbukti korupsi. Ketua Teritorial Pemenangan Pemilu Jawa 1 DPP NasDem itu pun tak mempersoalkan perihal koruptor dihukum mati.
“Pemerintahan ini harus bersih dari KKN. Berarti seluruh pejabatnya harus baik, punya moral yang tinggi, integritas yang cukup. Kalau ada dari mereka melakukan kolusi, korupsi dan nepotisme harus diganti. Siapa pun, dari partai apa pun, harus diganti. Harus dipecat dan dihukum yang setimpal. Kalau memungkinkan hukuman mati, kenapa tidak. Itu kalau hukum kita membuka peluang itu,” papar dia.[prs]