Kata NasDem, Pertemuan Surya Paloh dan Airlangga Ada Pembahasan Konvensi Capres

baleg
Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya //NET

Realitarakyat.com – Ketum Partai NasDem Surya Paloh bertemu dengan Ketum Golkar Airlangga Hartarto pada pertengahan Februari 2021 lalu di Kaliage, Kepulauan Seribu.

Ketua DPP NasDem Willy Aditya mengungkapkan salah satu topik yang dibicarakan oleh Surya Paloh dan Airlangga adalah konvensi capres.

“Kunjungan Ketum PG (Partai Golkar) ke Kaliage bertemu Pak Surya adalah bentuk silaturahmi antara abang dan adik, sesama saudara. Kunjungan tersebut lebih pada relasi kultural karena begitulah selayaknya suasana perpolitikan kita, di mana dialog dan rembuk menjadi kekuatan utama,” kata Willy dalam keterangan tertulisnya, Rabu (10/3/2021).

Surya Paloh bertemu Airlangga di vilanya, Pulau Kaliage, Kepulauan Seribu, pada 14 Februari. Willy menuturkan, jika ada pembicaraan yang bersifat strategis dalam pertemuan tersebut, itu bukanlah hal yang baru karena sebelumnya kedua pihak juga sudah saling berkunjung.

“Partai Golkar datang ke Gondangdia dan NasDem datang ke Slipi. Jadi pertemuan Kaliage untuk merawat kelenturan politik kita, biar tidak semua menjadi formal dan kaku,” ujar Willy.

Willy mengungkapkan, terkait konvensi, memang ada beberapa hal yang didiskusikan karena sejarah mencatat Golkar memiliki pengalaman konvensi pada 2004. NasDem melihat hal itu suatu hal yang bersifat elaboratif dan brainstorming.

“Tukar pikiran dan musyawarah tentu penting untuk membangun frekuensi yang sama dalam menjalankan strategi politik untuk ke depan. Jadi ini baru warming up,” sebut Willy.

Lebih lanjut Willy menyebut NasDem saat ini baru memiliki suara separuh dari ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold 20 persen. Karena itu, sebut dia, pembangunan koalisi adalah hal yang mutlak.

“Tentu terbuka opsi dengan parpol lain, karena politik suatu yang dinamis, maka pekerjaan rumah dari konvensi adalah koalisi dengan mengedepankan komunikasi politik lintas parpol, dan di sanalah kekuatan ketum kita, Pak Surya Paloh,” tutur Willy.

Lebih jauh Willy menekankan politik adalah jalan untuk terus memberikan harapan kepada publik untuk terus menemukan cara baru dan juga orang-orang baru, sehingga pesimisme bisa disimpan sedalam-dalamnya.

Bagi Wakil Ketua Baleg DPR RI itu, konvensi capres adalah instrumen sirkulasi kekuasaan yang transparan dan partisipatoris. Karena melibatkan beberapa pihak di luar partai, seperti lembaga survei dan opinion leader.

“Kalau kita mau objektif, sebenarnya semua partai bisa saja menggunakan konvensi sebagai instrumen mereka. Tetapi kenapa cuma NasDem? Itulah poin pokok yang menjadi pembeda, di mana Surya Paloh memiliki virtue untuk kepentingan yang lebih besar. Beliau rela mengorbankan egonya, serta visionernya untuk anak-anak bangsa yang di luar partai,” tandas Wakil Ketua Fraksi NasDem DPR.[prs]