Realitarakyat,com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Bandara Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara (Sulut).
Kunker tersebut bertujuan untuk meninjau kesiapan penerapan protokol kesehatan CHSE atau K4, yakni Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environmental Sustainability (Keberlangsungan Lingkungan) di bandara.
Sandi melihat langsung alur penumpang saat turun dari pesawat, pengambilan bagasi, dan juga validasi formulir deklarasi kesehatan (E-HAC). Dia lantas menilai penerapan protokol kesehatan di bandara sudah berjalan dengan baik.
“Saya mendengar laporan bahwa kasus COVID-19 di Manado sudah mulai terkendali, angkanya turun. Jadi kita mungkin bisa duduk bersama untuk mulai menggagas bagaimana kita buka kembali pariwisata agar bangkit, membuka lapangan kerja. Kita gerak cepat, gerak bersama, garap semua potensi untuk bertahan dan bangkit,” kata Sandi, Jumat (5/3/2021).
Usai melihat penerapan protokol kesehatan, dia juga melihat proyek perluasan terminal Bandara Internasional Sam Ratulangi. Progres perluasan bandara telah mencapai 80 persen sejak pertama kali dimulai pada Februari 2020. Perluasan bandara ini diproyeksi akan meningkatkan kapasitas penumpang dari 2,5 juta menjadi 5,7 juta pertahun.
“Seiring dengan teratasinya pandemi COVID-19, angka penularan yang terus kita tekan dengan kepatuhan disiplin protokol kesehatan serta testing, tracing dan treatment ditambah dengan vaksinasi, perluasan bandara ini mudah-mudahan bisa menjadi awal kebangkitan ekonomi Sulawesi Utara dan pariwisata Indonesia,” ujarnya.
Sandi pun berharap perluasan bandara dapat berjalan tepat waktu, tepat manfaat, dan tepat sasaran. Jika sebelum pandemi jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 200 ribu orang, dengan perluasan ini Menparekraf menargetkan dapat meningkat hingga 500 ribu wisatawan.
“Kami ingin memotivasi sektor pariwisata yang selama ini terpuruk, juga ekonomi kreatifnya agar bangkit bersama,” tutur dia.
Kunker Sandi di Sulut rencananya akan berlangsung selama dua hari, yakni dari tanggal 5 hingga 6 Maret 2021. Peninjauan perkembangan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang yang merupakan satu dari lima destinasi super prioritas jadi agenda utama Sandi selama kunjungan.
Dia juga akan meninjau pelaksanaan vaksinasi tahap kedua di Sulawesi Utara yang salah satunya menjadikan pekerja sektor pariwisata sebagai salah satu kelompok penerima vaksin. Selanjutnya Sandi akan bertemu dengan pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif serta meninjau desa wisata. (rsa)







