Realitarakyat.com – SKK Migas Perwakilan wilayah Papua dan Maluku bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama di wilayah itu melatih para ibu PPK Kampung Arar, Kabupaten Sorong, mengolah makanan tradisional rasa Papua, seperti ikan bakar sambal ebi, bakso buah kelapa dan sayur pepaya serta jantung pisang.
Kepala Departemen Humas, Perwakilan SKK Migas Galih Agusetiawan mengatakan bahwa pelatihan tersebut merupakan rangkaian kegiatan program pengembangan masyarakat (PPM) keberlanjutan untuk menciptakan kemandirian ekonomi “desa wisata bahari kuliner Arar” atau yang lebih dikenal dengan Dewi Bakul Arar
Dia mengatakan bahwa program tersebut terus dilaksanakan di Kampung Arar dengan bekerja sama dengan pendamping sosial yang telah berpengalaman di bidangnya.
Galih menjelaskan bahwa program tersebut merupakan upaya SKK Migas bersama seluruh KKKS di Wilayah Papua dan Maluku untuk menghadirkan wisata alternatif berbasis kepulauan oleh Bumdes di sekitar daerah operasional.
“Ini bagian dari tujuan berkelanjutan bidang pengembangan perekonomian bagi masyarakat di sekitar kegiatan hulu migas beroperasi,” ujarnya, Sabtu (6/11).
Kegiatan Dewi Bakul yang dicoba inisiasi awalnya di Kampung Arar, sempat tertunda pelaksanaannya beberapa kali akibat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) akibat pandemi COVID-19.
Namun dengan menurunnya kasus belakangan ini, kegiatan PPM ekonomi dan pendidikan kreatif dilakukan dan terus berjalan berkesinambungan karena merupakan tindak lanjut kolaborasi keberlanjutan dari hasil pencapaian hasil pembibitan tanaman agroforestry pada Tahun 2020 – PPM Lingkungan hingga nantinya diharapkan dapat terciptanya kemandirian masyarakat dalam mewujudkan lokasi ekowisata alternatif di Teluk Sorong.
Kepala Kampung Arar Nurdin Rumaur yang memberikan keterangan terpisah, menyambut baik pelaksanaan program PPM SKK Migas dan KKKS yang telah mendorong untuk mendukung kemandirian ekonomi masyarakat kampung dengan mengajarkan hadirnya kegiatan usaha Dewi Bakul.







